OTT ADP-Asrun Tanpa Fisik Uang, Begini Penjelasan KPK

FAJAR.CO.ID, JAKARTA - Sempat menjadi pertanyaan besar dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang melibatkan Wali kota Kendari, Adriatma Dwi Putra (ADP) dan sang ayah yang juga calon gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Asrun. Pasalnya, dalam OTT tersebut, KPK menyebutkan ada dugaan suap dari Direktur Utama PT Bangun Sarana Nusantara, Hasmun Hamzah senilai Rp. 2,8 Miliar kepada ADP untuk biaya politik Asrun. Sementara barang bukti uang tidak ada.

KPK dari hasil OTT tersebut telah menetapkan empat orang sebagai tersangka dan langsung dilakukan penahanan. Selain ADP dan Asrun, dua orang lainnya adalah Mantan Kepala BPKAD Kota Kendari, Fatmawati Faqih dan Direktur Utama PT Bangun Sarana Nusantara (PT BSN), Hasmun Hamzah. Barang bukti yang diamankan juga hanyalah buku tabungan, STNK dan kunci mobil. Uang tidak ada. Inilah yang menjadi pertanyaan publik, OTT tapi tidak ada uang.

Wakil Ketua KPK, Basariah Pandjaitan dalam konferensi persnya mengatakan dalam kegiatan transaksi tangkap tangan yang dilakukan oleh KPK tidak selalu dalam bentuk fisik uang. Tapi, bisa juga dalam bentuk transaksi dan transfer asalkan ada nilainya.

"Selanjutnya, ada perpindahan sejumlah nilai tersebut bisa dalam bentuk real uang dan bisa dalam bentuk transfer. Tidak selalu harus ada fisiknya uang. Nah, yang penting adalah ada perpindahan atau transaksi dari pemilik buku tabungan A kepada pemilik buku tabungan B. Itu sama dengan kita memberikan uang. Jadi tidak harus secara fisiknya, tapi yang penting ada nilainya," beber Basariah.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Hariman Kaimuddin


Comment

Loading...