Rencana Jokowi Terhadap Abu Bakar Ba’asyir, Jalan Damai Buat Rizieq dan Ahok

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Rencana Presiden Joko Widodo untuk memindahkan Ustadz Abu Bakar Ba’asyir dari Lapas Gunung Sindur menjadi tahan rumah patut diberikan apresiasi.

Ketua Progres 98, Faizal Assegaf mengatakan pendekatan kemanusiaan yang ditunjukan Jokowi dinilai sangat bijak. Dengan demikian, rencana tersebut dapat meuai simpati dan sekaligus memberi koreksi atas perilaku otoriter rezim Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang dinilai semena-mena.

“Kita setuju bahwa radikalisme dan terorisme dalam kaitannya dengan penegakkan hukum harus tegas. Namun dari sisi kemanusiaan, tindakan persuasif perlu dipertimbangkan,” kata Faizal Assegaf melalui riils yang diterima fajar.co.id, Jum’at (2/3).

Ia menilai langkah Jokowi untuk memberikan keringanan berupa tahanan rumah untuk Ustadz Abu Bakar Ba’asyir sangatlah bijak. Apalagi faktor usia dan kesehatan Ustadz yang menjadi pertimbangan tersebut.

“Faktor usia dan kesahatan Ustaz Abu Bakar Ba’asyir, sangatlah membanggakan bila Jokowi memberi keringanan berupa tahan rumah,” tambahnya.

Langkah Jokowi tersebut, tentu saja diharapkan tidak berhenti dalam kasus Ustaz Abu Bakar Ba’asyir, namun juga dapat menjadi pintu masuk untuk mendamaikan Habib Rizieq Shihab dan Ahok.

Rizieq dan Ahok dari perspektif kemanusiaan dapat diangkat derajatnya untuk saling memaafkan. Sehingga ketegangan yang dipicu oleh prasangka dan politik identitas dapat dihentikan.

Terlebih jelang tahun politik yang kian memanas. Upaya merekatkan potensi anak bangsa, sudah pasti akan memberi pengaruh besar bagi terciptanya kedamaian dan stabilitas nasional.

“Namun bila Rizieq dan Ahok tetap ngotot untuk saling memilihara dendam dan kebencian, maka solusi satu-satunya adalah berhadapan dengan pengadilan,” tutupnya. (Fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...