Sudah Kasi Uang Ngurus e-KTP, yang Dibikin malah KTP Palsu

Jumat, 2 Maret 2018 - 01:41 WIB

FAJAR.CO.ID, NUNUKAN – Modus pembuatan Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK) palsu terjadi di Nunukan. Kasus pembuatan kartu identitas palsu ini cukup meresahkan masyarakat.

Meski kartu identitas dipalsukan, untuk mengetahui keasliannya cukup mudah terdeteksi.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Raden Iwan Kurniawan mengatakan, untuk membedakan kartu identitas palsu dan asli cukup mudah untuk dideteksi. Namun tentunya menggunakan alat khusus pengecekan keaslian KTP. Bahkan untuk mengetahuinya saja sangat mudah dan telah tersedia di beberapa tempat pelayanan.

“Kalau di tempat pelayanan, meskipun tampilannya sama. Tapi begitu dicek nomor induknya, itu akan muncul. Apakah angkanya kurang, atau nomor induk orang yang di copy. Akan ketahuan kok,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, secara tampilan fisik telah diketahui antara pembuatan KTP asli dan palsu. Sebab dari blangko KTP memiliki tanda khusus, secara fisik berada di bagian belakang KTP.

“Mungkin pelaku mencontohnya dengan mendownload blangko di internet, lalu di cetak sedemikian rupa biar mirip. Tapi saya belum lihat sih KTP palsu itu,” ujarnya.

Dikatakannya bahwa terkait pelaku dan informasi kabar mengenai KTP palsu, pihaknya sudah mendapat informasi. Untuk laporan resmi dari aparat berwajib belum diterima hingga saat ini.

“Kita kan dari pemerintah. Saya tidak bisa komentar banyak, saya hanya berikan gambaran secara umum,” ujarnya.

Dirinya mengimbau agar masyarakat menghindari kemungkinan terjadinya penipuan melakukan pengurusan KTP. Sehingga untuk melakukan pengurusan KTP maupun KK sebaiknya dilakukan sendiri atau didampingi oleh keluarga tanpa menggunakan jasa calo.

“Itu saya dengar bayarannya Rp 200 ribu. Kalau ke kantor kan (Disdukcapil) pembuatannya gratis lagi. Jadi sebaiknya mengurus sendiri saja,” pungkasnya. (/*say)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.