Margarito Kamis: SKCK Terbit, Permasalahan Dianggap Clear

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Polemik terkait dengan putusan Panwaslu Kota Baubau yang memerintahkan KPU Kota Baubau membatalkan SK KPU Nomor 20/PL.03.3-Kpt/7472/Kota/II/2018 tentang Penetapan Calon Walikota dan Wakil Walikota Baubau tahun 2018 masih terus berlanjut. Apalagi pembatalan yang dilakukan hanya karena berdalih tentang persoalan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK).

“Langkah yang diambil oleh Panwaslu dengan menggagalkan pasangan calon hanya dengan berdalih skck sangat tidak berdasar,” tegas Pakar Hukum Tata Negara, Margarito Kamis di Jakarta, Sabtu (3/3).

Dikatakan, dengan diterbitkannya SKCP oleh instansi kepolisian maka permasalahan persyaratan sudah dianggap tidak ada masalah. Sebab, keterpenuhan syarat formil maupun materil dalam penerbitan SKCK yang bersangkutan sudah dijalankan. KPU dalam melakukan verifikasi dan sudah dikuatkan dengan surat dari Kejaksaan dan Pengadilan yang menyatakan bahwa La Ode Yasin Mazadu tidak pernah berstatus terpidana.

“Karena dengan terbitnya skck permalasahan yg terjadi sdh dianggap clear. Sebab SKCK merupakan produk dari negara,” ungkapnya.

Ia pun menjelaskan, hingga sampai pada saat KPU sebagai penyelenggara telah menetapkan pasangan calon, maka seluruh tahapan yang sudah dilalui dianggap sudah selesai dan berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku. “Di saat KPU menetapkan pasangan calon proses tahapan sudah selsai dengan berdasar pada aturan. Jadi, sudah tidak ada masalah. Keputusan Panwas dengan membatalkan SK KPU itu sekali lagi tidak mendasar,” ungkapnya. (Fajar)

  • Bagikan