RossY Kembali Ditetapkan, Bawaslu dan DKPP Diminta Periksa Panwas Baubau

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Cobaan demi cobaan terus menerpa pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Baubau nomor urut 1, Roslina Rahim dan La Ode Yasin Mazadu. Setelah di terpa isu SARA oleh komedian saat kampanye damai, kali ini terkait dengan keabsahan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) La Ode Yasin Mazadu yang berbuntut pada pembatalan SK KPU tentang penetapan pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Baubau periode 2018-2023.

Keputusan KPU kembali menetapkan pasangan yang dikenal dengan akronim RossY itu tertuang dalam SK tertanggal 4 Maret 2018 nomor 28/PY.03.1-Kpt/7472/Kota/III/2018 tentang perubahan kedua atas keputusan KPU nomor 20/PI.03.3-Kpt/7472/II/2018 tentang penetapan pasangan calon peserta Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Baubau Periode 2018/2023.

Point’ lain dalam putusan Panwas yakni, memerintahkan kepada termohon dalam hal ini KPU untuk melaksanakan penelitian admintrasi dan verivikasi kembali guna memastikan terpenuhinya syarat formil maupun materi SKCK atas nama Laode Yasin Mazadu.

“Kami sudah melakukan penelitian ulang, baik secara administrasi maupun verifikasi terhadap SKCK saudara La Ode Yasin Mazadu,” kata Ketua KPU Kota Baubau, Dian Anggraeni.

Praktisi hukum, M Zakir Rasyidin mengapresiasi keputusan yang diambil oleh KPU dengan kembali meloloskan pasangan RossY sebagai peserta Pemilukada Kota Baubau. “Tentu keputusan yang baru ini sangat perlu di apresiasi. Disamping menjaga kondusifitas Kota Baubau menjelang Pilkada, juga bisa menetralisir munculnya beragam isu terkait eksistensi KPU, dan terbukti KPU konsisten terhadap putusanya,” papar pengacara yang sudah lama berkarir di Jakarta ini.

Meski demikian, Ia berharap persoalan tersebut tidak selesai dengan dikeluarkan SK baru oleh KPU. Pasalnya, apa yang diputuskan Panwas dinilai janggal. Oleh sebab itu, agar kejadian tersebut tidak lagi terulang dan masyarakat dapat menakar integritas Panwas Baubau dalam melaksanakan tugasnya.

“Masalah ini belum selesai jika pihak Rossy menganggap keputusan Panwas kemarin masih dinilai janggal. Dan saran saya DKPP dan Bawaslu Pusat segera periksa Panwas Baubau. Sebagai masyarakat Kota Baubau, saya sudah sampaikan ke Ketua Bawaslu Pusat atas kejadian tersebut supaya dimonitor. Silahkan Tim Rossy tindaklanjuti dalam bentuk aduan dan Nota Keberatan,” ujarnya.

“Kita hidup bukan lagi di zaman batu, jadi sudahilah praktik-praktik politik kotor,” sambungnya.

Sementara itu, Aslan Asiz mewakili Tim RossY mengucap syukur atas putusan yang dikeluarkan oleh KPU dengan kembali menetapkan pasangan RossY sebagai peserta Pilkada Kota Baubau. Ia mengatakan, meski jagoannya terus dijegal dan dizolimi dengan berbagai cara, namun Dewi Fortuna masih berpihak kepada RossY.

“Alhamndulillahon RossY mengucap syukur atas putusan yang profesional dri KPU, tentu semua atas berkat dan ridho Allah SWT. Putusan Panwas merupakan ajang experimen dari lembaga yang kita anggap sangat independent dan tim akan melaporkan ke DKPP terkait putusan itu,” singkatnya. (Fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...