Geger! Beredar Surat Kaleng Ancaman Pembunuhan Sejumlah Ulama di Depok

0 Komentar

FAJAR.CO.ID- DEPOK – Paket surat berisi ancaman penculikan dan pembunuhan terhadap 10 tokoh agama atau ustad membuat geger Perumahan Grand Depok City, Cluster Gardenia, Kelurahan Tirtajaya, Sukmajaya minggu (4/3/18) .

Dalam paket, nama pengirim tidak disebutkan dan hanya tertulis dari Keadilan Jaya Abadi, Jalan Malaka Hijau, Pondok Kopi, Jakarta Timur. Menurut Ketua RW7 Kelurahan Tirtajaya, Dedi Andrianto, memang sempat terjadi kekhawatiran karena empat dari 10 nama yang tertera dalam surat kaleng merupakan warganya.

“Warga sangat khawatir, karena ada empat nama yang menjadi target pembunuhan merupakan warga saya,” kata Dedi kepada Harian Radar Depok (Jawapos Grup), yang dilansir Pojok Jabar, Minggu (04/03/2018).

Awalnya warga menganggap teror tersebut biasa saja. Namun, maraknya aksi kejahatan pada ulama di Indonesia, membuat warga semakin waspada, dan lebih mawas diri. “Awalnya ditemukan paket berisi surat Sabtu (3/3) sekitar pukul 20:30 WIB oleh Satpam Perumahan, Asep,” ucap Dedi.

Dia mengatakan, Asep menemukan paket tersebut di depan pagar perumahan dengan tertutup rapat menggunakan lakban. Setelah menemukan paket tersebut Asep langsung berkoordniasi dengan satpam yang berada di tengah perumahan, untuk selanjutnya dilaporkan kepada ketua RT setempat.

Alamat pengirim dari paket tersebut berasal dari Keadilan Jaya Abadi, Jalan Malaka Hijau, Pondok Kopi, Jakarta Timur. “Alamat pengirimnya dari Jakarta Timur, dan semua sudah kami laporkan ke pihak berwajib,” ujar Dedi.

Dedi menjelaskan, isi dari surat tersebut merupakan ancaman penculikan dan pembunuhan bagi 10 nama ustad. Nama-nama tersebut antara lain KH. Qurtubi Nafis, KH Abu Bakar Madris, Ustad Iwan, Ustad Shobur, Ustad Solihin, Ustad Abi Zain Bin Qasim, KH Riyono, Ustad M Syarif Hidayatulloh, KH Ahmad Jaelani, dan Ustad Marzan.

“Empat diantaranya Ustad Shobur, Ustadz Solihin, Ustad Abi Zain Bin Qasim, dan Ustad Iwan merupakan warga kami,” kata Dedi kepada Radar Depok.

Saat ini, lanjut Dedi masih menunggu kepastian dari aparat kepolisian, setelah dirinya melaporkan penemuan surat kaleng tersebut.

“Kami masih menunggu perkembangan, kemarin (4/3) pihak kepolisian juga sudah berjaga-jaga di lingkungan RT3/7, Kelurahan Tirtajaya,” terang dia.

Sementara, Kapolresta Depok, Kombes Didik Sugiharto mengatakan, terkait ancaman yang meneror warga GDC pihaknya bersama TNI dan stakeholder, telah melakukan langkah-langkah yang untuk membuat tenang para tokoh agama yang diancam. Pihaknya juga melakukan kunjungan, silaturahmi, patroli dan penjagaan di sekitar lingkungan rumah warga yang di teror surat kaleng.

“Kami ingin membuat masyarakat tenang, sehingga para tokoh agama dan masyarakat dapat melakukan aktivitas dengan tenang dan aman, di samping itu Polri berupaya dengan serius untuk mengungkap pelaku pengancaman tersebut,” singkat Didik.

Terpisah, Dandim 0508/Depok, Letkol Inf Iskandarmanto mengaku, geram dengan beredarnya surat kaleng di masyarakat, khusunya bagi pemuka agama seperti ulama, ustad, dan kyai. Menurut dia, surat itu tak jelas pengirimnya, hanya membuat resah warga.

Dia meminta kepada masyarakat, terutama di media sosial atau netizen jangan terpengaruh informasi yang kebenarannya tidak dapat dipertanggungjawabkan.

“Informasi yang belum pasti, jangan diviralkan, sehingga membuat resah masyarakat. Serahkan semua kepada TNI dan Polri,” kata Dandim. Perihal surat tersebut, Dandim Kota Depok telah memerintahkan anggotanya untuk mengecek ke alamat penerima surat tersebut.

“Sudah saya perintahkan Danramil bersama Babinsa untuk mengecek lokasi,” tegas Iskandarmanto. Walau hanya ‘surat kaleng’, kata dia, Kodim 0508 Depok tak menganggap remeh informasi yang diterimanya. Bahkan dia, memerintahkan seluruh anggota untuk semakin meningkatkan intensitas keamanan di wilayah teritorialnya.

“TNI dan Polri sudah mengantisipasi hal tersebut dengan kegiatan anjangsana, melakukan komsos ke Ponpes, ulama, tokoh agama serta tokoh masyarakat. Kunjungan pun intensitasnya semakin kita tingkatkan,” tegas Dandim.

Pihak Polresta Depok kata dia, sedang mendalaminya. “Masyarakat tidak usah khawatir terhadap hal tersebut. Saya pastikan, Insya Allah Depok aman,” tandasnya.

(RD/cr2/irw/pojokjabar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

0 Komentar