Hugua Belum Diizinkan Jenguk Asrun di Rutan KPK


“Mungkin besok (Selasa, 6/3) baru dizinkan untuk kerabat. Tapi jadwal jenguknya tidak tiap hari. Saya juga tidak terlalu mengerti dengan persoalan (prosedur besuk, red) ini,” singkatnya.Sekedar diketahui, Asrun, ADP, Hasmun Hamzah dan Fatmawati Faqih terjaring OTT dalam operasi yang digelar KPK selama 3 hari di Kendari. Dari hasil OTT tersebut, KPK mengamankan tiga barang bukti, yakni buku tabungan, STNK dan kunci mobil. KPK menduga ada aliran dana yang diberikan oleh Hasmun Hamzah sebesar Rp. 2,8 Miliar secara bertahap. Pertama Rp. 1,3 Miliar dan Rp. 1,5 Miliar. Uang tersebut diduga telah digunakan untuk biaya kampanye Asrun-Hugua dalam kontestasi Pilgub Sultra.Atas perbuatannya, Hasmun Hamzah sebagai pihak pemberi disangkakan dengan pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b atau pasal 13 Undang-undang Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 tahun 2001 juncto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.Sedangkan, Wali Kota Kendari, Adriatma Dwi Putra (ADP), Asrun dan Fatmawati Faqih sebagai pihak yang diduga menerima suap dijerat dengan pasal 11 atau pasal 12 huruf a atau b Undang-undang nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang nomor 20 tahun 2001 juncto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (Fajar)

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...