Hanya 2 Bulan, 690 Pasutri di Sidoarjo Bercerai

FAJAR.CO.ID, SIDOARJO - Kasus perceraian di Sidoarjo cukup tinggi. Data yang diperoleh dari Pengadilan Agama (PA) Sidoarjo, dalam dua bulan di awal tahun 2018 ini, tepatnya Januari hingga Februari, jumlah warga Kota Delta yang mengajukan gugatan perceraian itu mencapai 865 perkara. Panitera Muda PA Sidoarjo, M Dedy Kurniawan mengatakan untuk pengajuan cerai talak sejak dua bulan ini sudah 253 perkara. “Sedangkan untuk pengajuan cerai gugat (cerai yang diajukan pihak perempuan) jumlahnya lebih banyak, yakni 612 perkara,” ujarnya, Senin (5/3). Pria yang akrab disapa Dedy ini mengutarakan dari keseluruhan pengajuan perceraian tersebut, perceraian yang sudah diputus sekitar 690 perkara. Artinya, dalam dua bulan ini ada 690 pasangan suami-istri yang sudah bercerai. “Rinciannya, cerai talak sekitar 183 perkara sedangkan cerai gugat 507 perkara,” katanya. Lebih lanjut Dedy mengatakan rata-rata penyebab utamanya adalah masalah ekonomi, kemudian adanya perselisihan dan pertengkaran. “Ada yang memang tidak harmonis. Ada juga yang karena orang ketiga. Artinya tidak harus ditafsirkan dengan perselingkuhan. Meski awalnya mereka malu-malu nantinya terungkap dalam persidangan,” jelasnya. Menurut Deddy, dari pertengkaran dan perselisihan terus menerus ini menjadi salah satu penyebab adalah pihak suami yang meminta izin poligami, namun pihak perempuan memilih untuk mengajukan gugatan cerai. Sementara itu, faktor penyebab perceraian yang terakhir adalah meninggalkan salah satu pihak dalam waktu yang lama tanpa kabar dan nafkah. Dedy menambahkan dari semua perkara tersebut ada yang bisa dimediasi. Namun ada yang berhasil ada nada yang tidak. “Yang berhasil jumlahnya sangat sedikit. Lainnya bersikukuh ingin tetap bercerai,” pungkasnya. (Fajar/JPR)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Hariman Kaimuddin

Comment

Loading...