Larang Mahasiswi Bercadar, Mungkin Pak Rektor Suka yang Seksi

0 Komentar

FAJAR.CO.ID — Bermunculan banyak protes terkait kebijakan Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta melarang mahasiswi bercadar.

Wakil Ketua Komisi VIII DPR, Sodik Mudjahid, salah satu yang angkat suara. Menurutnya, larangan itu tidak sesuai dengan kondisi terkini di Indonesia. Dia mencontohkan aktris yang bebas berpakaian seksi di muka umum.

“Mereka (yang seksi) makin bebas, tidak dilarang oleh polisi atas nama kebebasan. Mengapa yang bercadar di kampus dilarang?” kata Sodik, Selasa (6/3/2018).

Politikus Partai Gerindra itu juga mempertanyakan aturan semisal undang-undang yang melarang mahasiswi bercadar.

“Kenapa kampus lebih keras dari polisi bahkan untuk pakaian tertutup? Adakah UU yang dilanggar? Adakah budaya yang dilanggar? Adakah norma akademik yang dilanggar?” imbuh Sodik.

Dia pun tidak setuju jika mahasiswi bercadar itu dianggap radikal. “Radikal apanya? Mereka lebih concern dengan aturan agamanya,” kata dia.

Sodik berharap kampus, terutama universitas Islam, tidak terseret opini radikalisme yang dikembangkan sebuah kelompok.

“Tetaplah bangun iklim atas dasar budaya Pancasila, budaya akademik, budaya Islami. Adakah cadar melanggar ketiga norma tersebut? Mana yang melanggar, bercadar atau berpakaian minim?” kata Sodik. (boy/jpnn/fajar)

 

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...