Dua Jurnalis Ditangkap Polda Sumut, Satu Sudah Jadi Tersangka

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MEDAN – Polda Sumatera Utara (Sumut) sudah menetapkan satu dari dua jurnalis yang ditangkap menjadi tersangka. Hal itu diungkapkan Kapolda Sumut Irjen Paulus Waterpauw saat berkunjung ke Warkop Jurnalis, Jalan H Agussalim Kota Medan, Rabu (7/3).

Paulus mengungkapkan, alasan pihaknya menangkap Jon Roi Tua Purba karena pemberitaan yang dibuat diduga mengandung pencemaran nama baik. Pemberitaan itu mengkritisi kedekatan Kapolda Sumut dengan tersangka kasus penipuan Mujianto.

“Statusnya tersangka karena ada beberapa berita yang dia buat terdapat unsur-unsur pencemaran nama baik. Kemudian juga institusi dan juga hoaks tidak benar,” kata Paulus.

Paulus mempertanyakan dari mana si penulis tahu dia dekat dengan Mujianto. Dia mengatakan baru dua kali bertemu dengan Mujianto.

“Darimana dia tau? kita ketemu, Saya ama Mujianto ketemuan baru Kapolda disini. Ada pengobatan katarak di RS Polri di Tebingtinggi. Setelah itu, yah kemarin kebakaran rumah anggota Brimob. Yah mereka bantu lah. Buddha Tzu Chi itu kan ada dimana-mana, lembaga yang konsern terhadap humanisme. Tidak melihat dari mana, kalau mau bantu yah bantu,” urainya.

Penangkapan itu dilakukan bukan berdasarkan dari laporan dirinya. Melainkan dari Ditreskrimsus Polda Sumut. “Pelaporanya kalau di Krimsus ini model A, jadi artinya oleh pihak Kepolisian sendiri, penyidik yang melaporkan. Kalau saya tidak melapor. Tetapi artinya, dia itu kan memunculkan berita itu kan sangat tendensius, sangat subyketif. Tidak ada dasar fakta. Seakan-akan kita ini sudah hancur lebur, institusi kita kacau balau. jadi biarlah mereka mempertanggungjawabakan perbuatannya,” terang mantan Kapolda Papua itu.

Dia pun meluruskan kenapa dia bisa berdampingan dengan Mujianto saat berada di Markas Brimob Polda Sumut. Kata Paulus, saat itu dia diundang oleh Komandan Brimob. Dia pun tidak tahu akan bertemu Mudjianto di sana untuk menyerahkan bantuan.

Karena dia hanya mengetahui kalau bantuan berupa hunian untuk personel Brimob itu diberikan yayasan Buddha Tsu Chi yang diketuai Mujianto.

Paulus melanjutkan, pertemuannya dengan Mujianto tidak akan mempengaruhi kasus hukum yang mendera Mujianto. “Anda kenal saya, tahu saya kan, orangnya tidak pernah dengan siapa saja. Kita mana ada (terpengaruh). Itu prinsip toh,” ucapnya

Pertemuan Mujianto dengan Paulus menjadi pertanyaan. Kritik pun bermunculan. Akhirnya dua jurnalis sorotdaerah.com ditangkap karena memuat berita berisi kritikan terhadap pertemuan itu.

Jon Roi sudah dilepaskan karena hanya berstatus sebagai saksi. Sedangkan Lindung Silaban, koleganya masih menjalani pemeriksaan.

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Medan juga sudah membuat pernyataan sikap mengecam penangkapan tersebut. Apalagi, diketahui belakangan Jon Roi Purba adalah anggota mereka. Saat ini AJI terus melakukan pendampingan terhadap kasus tersebut. (Fajar/JPC)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...