Kotak Kosong Menang, Pilkada Ulang 2020 Mendatang

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR -- Menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2018, ada dua kabupaten di Sulsel yang nantinya diikuti pasangan calon tunggal. Dua kabupaten yakni Enrekang dan Bone ini nantinya akan melawan kotak kosong.

Di Kabupaten Enrekang, pasangan calon yang mendaftar dan telah ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) yakni Muslimin Bando – Asman dari jalur partai politik. Duet ini diusung tujuh partai politik yakni Partai Hanura, PDIP, Partai NasDem, Partai Gerindra, Partai Demokrat, PAN dan Partai Golkar. Muslimin Bando sendiri adalah calon incumbent.

Di Bone, duet incumbent, Andi Fahsar M Padjalangi dan Ambo Dalle (Tafaddal), menjadi pasangan kandidat kedua di Sulsel yang melawan kotak kosong. Kepastian menjadi kandidat tunggal tersebut setelah KPUD Bone menetapkan pasangan yang maju lewat jalur perseorangan Rizalul Umar-Andi Mappamadeng Dewang, tidak memenuhi syarat dukungan.

Lantas bagaimana jika nantinya kotak kosonglah yang memenangkan Pilkada? Saat dimintai tanggapan, Komisioner KPU Sulsel, Khairul Mannan, menegaskan, berdasarkan aturan Pilkada yang tertuang dalam PKPU, kotak kosong dinyatakan menang, jika mendapat suara diatas 50 persen.

“Kalau suara pemilih kotak kosong diatas 50 persen, maka menang,” kata Khairul, Selasa (6/3) kemarin.

Ia menjelaskan, jika kotak kosong menang, maka pilkada akan diundur satu tahun. Kemudian, sesuai UU PKPU, ditunjuk Plt sementara.

“Jika kotak kosong menang, tidak mesti pemilihan ulang. Tetapi sesuai aturan, ditunda satu tahun kemudian, tapi harus ada Plt,” jelasnya.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Syarifah Fitriani


Comment

Loading...