Akhirnya, KPK Amankan Uang Rp. 2,8 Miliar Hasil Dugaan Suap Asrun-ADP

FAJAR.CO.ID, KENDARI - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya mengamankan uang hasil dugaan suap terhadap Wali Kota Kendari, Adriatma Dwi Putra (ADP), Calon Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Asrun dan Mantan Kepala BPKAD Kendari, Fatmawati Faqih. Uang sebesar Rp. 2,8 Miliar itu merupakan pemberian Direktur Utama PT Bangun Sarana Nusantara (BSN), Hasmun Hamzah yang diberikan secara bertahap, Rp. 1,5 Miliar dan Rp. 1,3 Miliar.

Dikutip dari inilahsultra.com, penyitaan uang tersebut setelah penyidik KPK melakukan penggeledahan di lima lokasi berbeda di Kota Kendari. Rumah Dinas Wali Kota Kendari, rumah pribadi Asrun, rumah Fatmawati Faqih, rumah mantan Bupati Konawe Selatan, Imran dan toko milik Hasmun Hamzah.

Empat penyidik KPK sekira pukul 10.10 WITA yang didampingi aparat kepolisian dari Polda Sultra tiba di Polda Sultra dengan menumpangi mobil Toyota Fortuner DT 24 NO. Di dalam mobil itu, mengangkut empat buah koper, tiga berisikan uang Rp 2,8 miliar dan satunya lagi berisi berkas dan dokumen.

Diduga uang yang disita penyidik ini merupakan hasil suap Direktur Utama PT Sarana Bangun Nusantara Hasmun Hamzah kepada Wali Kota Kendari Adriatma Dwi Putra dan ayahnya, Asrun melalui perantara Fatmawati Faqih.

Informasi yang diperoleh dari Polda Sultra, uang tersebut disita dari rumah teman Adriatma yang tak jauh dengan Kantor Polda Sultra.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Hariman Kaimuddin


Comment

Loading...