Anies Baswedan Bakal Rombak Kabinet, Tunggu Saja Nanti…

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Menjelang enam bulan masa pemerintahannya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengaku berencana untuk merombak jajaran satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Namun, dia masih menolak untuk membocorkannya.

Dia hanya memberi isyarat bahwa perombakan akan dilakukan setelah jabatannya terhitung enam bulan, tepatnya pada 15 April 2018 mendatang.

“Rencana perombakan, kalau dibilang tidak ada perubahan, salah. Aturannya sesudah enam bulan. enam bulan itu 15 April. Tunggu saja nanti,” ujar Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (8/3).

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) itu menerangkan, perubahan pejabat di pemerintahan tidak bisa sembarangan, melainkan harus sesuai aturan dan prosedur yang berlaku.

“Jangan bayangkan merombak itu seperti mengganti (posisi seseorang) di swasta. Kalau di pemerintahan ada aturannya. Kita taati prosedurnya,” terang dia.

Ketika ditanya terkait kinerja SKPD yang buruk hingga memungkinkan untuk dilakukan rotasi, Anies lagi-lagi tak mau merincikannya. Dia pun menyatakan tidak ingin mengumumkannya.

“Kalaupun ada, saya tidak umumkan di sini. Tapi dibina, ditunjukkan kurangnya dimana, lebihnya dimana. Anda boleh cek, banyak yang dibina begitu. Saya tidak umumkan,” tandasnya.

Namun begitu, dia tak menepis keinginannya untuk mengubah posisi pejabat SKPD. Hanya saja, masih menunggu waktu sementara masih dalam pembahasan. “Nanti gini, sesegera mungkin saya beresin, selesai,” pungkas Anies. (yes/JPC)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Menjelang enam bulan masa pemerintahannya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengaku berencana untuk merombak jajaran satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Namun, dia masih menolak untuk membocorkannya.

Dia hanya memberi isyarat bahwa perombakan akan dilakukan setelah jabatannya terhitung enam bulan, tepatnya pada 15 April 2018 mendatang.

“Rencana perombakan, kalau dibilang tidak ada perubahan, salah. Aturannya sesudah enam bulan. enam bulan itu 15 April. Tunggu saja nanti,” ujar Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (8/3).

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) itu menerangkan, perubahan pejabat di pemerintahan tidak bisa sembarangan, melainkan harus sesuai aturan dan prosedur yang berlaku.

“Jangan bayangkan merombak itu seperti mengganti (posisi seseorang) di swasta. Kalau di pemerintahan ada aturannya. Kita taati prosedurnya,” terang dia.

Ketika ditanya terkait kinerja SKPD yang buruk hingga memungkinkan untuk dilakukan rotasi, Anies lagi-lagi tak mau merincikannya. Dia pun menyatakan tidak ingin mengumumkannya.

“Kalaupun ada, saya tidak umumkan di sini. Tapi dibina, ditunjukkan kurangnya dimana, lebihnya dimana. Anda boleh cek, banyak yang dibina begitu. Saya tidak umumkan,” tandasnya.

Namun begitu, dia tak menepis keinginannya untuk mengubah posisi pejabat SKPD. Hanya saja, masih menunggu waktu sementara masih dalam pembahasan. “Nanti gini, sesegera mungkin saya beresin, selesai,” pungkas Anies. (yes/JPC)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...