Biar Lolos, Cewek Asal Malaysia ini Sembunyi Sabu di Dalaman

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, SEORANG warga Malaysia, terpaksa diamankan petugas Bea Cukai Nunukan karena membawa narkoba jenis sabu-sabu dari Tawau, Malaysia. SN menumpang Kapal Motor (KM) Mid East Express, Rabu (28/2) lalu.

Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Nunukan, baru merilis pada Selasa (6/3) karena sebelumnya dilakukan pengembangan terhadap tujuan pengiriman.

Kepala KPPBC Tipe Madya Pabean C Nunukan, M. Solafudin mengatakan, selama ini Bea Cukai Nunukan telah melakukan kerja sama baik dengan berbagai instansi, mulai dari kepolisian hingga TNI.

“Penangkapan NE berdasarkan informasi intelijen, setelah tiba di Pelabuhan Tunon Taka, NE sangat mencurigakan mulai dari jalannya hingga pakaian yang digunakan,” kata  M. Solafudin, kemarin (6/3).

Saat pencegahan dilakukan, semua diperiksa mulai barang bawaan hingga badan NE. Dari hasil pemeriksaan, ditemukan 20 bungkus plastik diduga narkoba jenis sabu. Tujuh bungkus disimpan di badan NE, tujuh bungkus disimpan di pakaian dalam dan enam bungkus lagi disimpan di BH.

Selanjutnya dilakukan pengembangan Bea Cukai Nunukan melakukan kerjasama dengan Polres Nunukan. Ternyata sabu tersebut ingin diserahkan di salah satu hotel. “Mungkin yang ingin menerima telah mengetahui, jika sabu tersebut telah diamankan sehingga yang ingin menerima masih dilakukan pengejaran,” ujarnya.

NE mengaku diupah sebesar RM 4 ribu atau sekira Rp 13 juta. NE dinyatakan telah melakukan tindak pidana di bidang kepabeanan sebagai dimaksud pasal 102 huruf e Undang-Undang (UU) nomor 17/2006 tentang Kepabeanan. Selanjutnya pasal 113 ayat 1 UU nomor 35/2009 tentang Narkotika.

Sementara, Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Bea dan Cukai Kalimantan Bagian Timur Agus Sudarmadi mengatakan, pengungkapan berhasil menyelematkan lima ribu jiwa generasi. “Diketahui jika diasumsikan satu gram sabu paling sedikit dikonsumsi oleh lima orang,” kata Agus Sudarmadi.

Ia menambahkan, penanganan penyelundupan dan peredaran gelap narkoba harus menjadi prioritas semua pihak. Di tengah serbuan pemasukan narkoba ke Indonesia, bukan tidak mungkin kasus seperti dua penyelundupan besar sabu di Batam tejadi di wilayah-wilayah perbatasan.

“Untuk daerah perbatasan tentu akan menjadi pengawasan ketat untuk menangani penyelundupan narkoba,” ujarnya. (nal/lim)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...