Mantan Direktur Mengaku Cium Rekan Kerja, Modusnya Kocak

0 Komentar

FAJAR.CO.ID — Mantan direktur perusahaan, William Freeman, diseret ke pengadilan oleh rekan kerja wanitanya yang keberatan karena pria 58 tahun itu menciumnya secara tiba-tiba. Freeman menjalani sidang pada Rabu waktu setempat setelah sebelumnya ditangkap oleh polisi.

William Freeman yang merupakan mantan direktur Northampton Water Ski Club mengakui perbuatannya di Warwick Crown Court, tengah pekan ini. Ia pun harus menandatangani daftar pelaku seks karena ulahnya tersebut. Korban sendiri harus menjalani konseling karena trauma.

Insiden ini terjadi pada 2016 silam dengan menggunakan modus yang terbilang kocak. Saat itu, William Freeman sedang berbicara dengan wanita itu tentang segerombolan tawon yang dia lihat di atap sebuah bangunan. Wanita itu berpaling untuk melihat sarangnya saat Freeman tiba-tiba memeluknya.

Freeman lalu mencium wanita yang terkejut itu di bahu, leher dan belakang kepalanya sebelum menghentikan aksi cabulnya dan meminta maaf atas apa yang telah dilakukannya. Wanita tersebut kemudian melaporkan kejadian ini pada Agustus 2016 dan polisi menangkap Freeman.

Freeman, dari Barford, Warwick, awalnya menolak tuduhan melakukan serangan seksual. Namun, pada hari pertama persidangannya, ia mengakui semua perbuatannya.

“Saya senang Anda telah menerima tanggung jawab Anda hari ini atas hal ini. Sulit untuk mengetahui apa yang harus dikatakan kepada seseorang seperti Anda. Saya tidak tahu apa yang ada dalam pikiran Anda, dan saya kira Anda juga tidak seharusnya melakukannya,” kata Hakim Sylvia de Bertodano.

“Ini tindakan impulsif. Anda telah mendapat pelajaran yang sangat serius yang diajarkan kepada Anda – Anda tidak bisa berbuat sesuatu terhadap wanita yang tidak menginginkan Anda melakukannya. Saya tidak meremehkan apa yang terjadi, tapi saya memperhitungkan bahwa dalam 18 bulan sejak ini, tidak ada masalah sama sekali, dan saya yakin tidak akan ada masalah di masa depan,” sambungnya.

Jaksa Bernard Linnemann mengatakan wanita tersebut menelepon polisi setelah berbicara dengan saudara perempuan serta dan pasangannya tentang apa yang telah terjadi. Linnemann menambahkan bahwa insiden tersebut telah menyebabkan wanita tersebut mengalami banyak kesulitan. Dia harus melakukan konseling dan selalu merasa khawatir keluar karena takut bertemu dengan Freeman.

Ann Cotcher QC, yang membela Freeman mengatakan, itu adalah kejadian insidentil dan pelaku sangat menyesali perbuatannya. “Itu adalah kejadian yang berlangsung sebentar, dan yang sudah disesali sejak saat itu. Sangat tidak mungkin hal seperti ini akan terjadi lagi. Dia adalah orang yang sangat penakut, orang yang sangat gugup,” jelasnya. (Daily Mail/amr/fajar)

 

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...