“Consina” Hanya Bermodal Ratusan Ribu Sebelum Sesukses Sekarang


Siapa yang menyangka, dari hobinya yang suka mendaki gunung, Disyon Toba kini menjadi bos dari brand outdoor dalam negeri yang telah mendunia, “Consina”.

==============Uji Sukma Medianti==============

BERANGKAT dari hobi itu, Disyon tak sengaja melihat tas yang ia yakini merupakan brand luar negeri. Berbekal rasa ingin tahu, Disyon pun menelisik lebih jauh. Ternyata tas-tas yang diyakini Disyon buatan luar negeri dijahit dan diproduksi di Indonesia.”Walaupun berada di naungan brand/perusahaan asing tapi yang menjahit adalah orang Indonesia,” tuturnya kepada Jawapos.com dalam acara Deep Extreme di Jakarta, Sabtu (9/3/2018).Dirinya pun lalu belajar membuat tas yang sama. Namun, hal itu tidaklah mudah. Saat itu ia mengaku tak punya cukup modal untuk memulai usahanya. Akhirnya ia mengumpulkan bahan baku dari limbah pabrik sebagai bahan awal. Modalnya pun hanya Rp 300 ribuan saja.”Modalnya Rp 300 ribu. Sejak tahun 98 iseng ada bahan baku lalu cari penjahitnya pertama-pertama pokonya dari nol startnya,” jelas dia.Dia meminta kepada penjahit yang bekerja di perusahaan tersebut untuk dibuatkan tas yang sama. Saat itu, kenang dia, barang yang diproduksi hanya tas kecil saja lantaran terbatasnya modal.Pada tahun 1998, harga tas dengan kualitas bagus harganya masih sangat tinggi. Sehingga bagaimana caranya ia harus mengeluarkan modal minimal, kualitas tinggi namun harga jual juga mampu bersaing dengan produk-produk yang ada saat itu.

KONTEN BERSPONSOR

Komentar