Pembatasan Jumlah Pengemudi Taksi Online Mulai Berlaku

Senin, 12 Maret 2018 - 22:59 WIB

FAJAR.CO.ID — Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, menerangkan bahwa aplikator penyedia jasa taksi online diminta untuk melakukan moratorium pendaftaran pengemudi baru per hari ini (Senin, 12/3/2018).

Budi Karya mengatakan, keputusan tersebut sesuai dengan hasil rapat antara Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, aplikator penyedia jasa, kepolisian, serta Organda.

Dikatakan, pada hasil rapat tersebut menghasil sejumlah keputusan. Diantaranya soal moratorium.

“Intinya dua, jadi kita melakukan dua hal, satu moratorium dan kedua mengonsolidasikan data-data dari aplikator itu dalam dashboard dan ditugaskan kepada Menkominfo untuk menyelesaikannya dalam minggu ini,” ujar Budi Karya.

Dikatakan, dalam beberapa minggu terakhir ada suatu percepatan jumlah pengemudi yang tidak proporsional. Untuk itulah, dia ingin jumlahnya tidak bertambah lagi.

“Karena sekarang pun sudah susah mereka. Kasihan mereka,” jelasnya. Ditegaskan, moratorium ini berlaku di seluruh daerah.

Adapun nantinya untuk pengaturan dashboard, Kemenkominfo akan mengeluakan beleid baru untuk mengonsolidasikan data dari aplikator.

“Ya nanti minta Menkominfo untuk membuat suatu regulasi,” katanya.

Di samping itu, pihaknya juga akan mengatur jumlah kuota pengemudi taksi online di setiap daerah. Pembagian kuota masing-masing daerah pun berbeda jumlahnya.

Secara total, Kementerian Perhubungan hanya membatasi kuota untuk seluruh daerah sebanyak 91.953 pengemudi.

Ada pun rinciannya, Jabodetabek 36.510, Jawa Barat 15.418, Jawa Tengah 4.935, Jawa Timur 4.445, Aceh 748, Sumatera Barat 400, Sumatera Utara 3.500, Sumatera Selatan 1.700.

Kemudian Lampung 8.000, Bali 7.500, Sulawesi Utara 997, Sulawesi Selatan 7.000, Kalimantan Timur 1.000, Yogyakarta 400 dan Riau 400. (ce1/uji/JPC)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.