Berikut Tiga Klarifikasi Kelompok Penyebar Hoax

Rabu, 14 Maret 2018 19:18

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Semenjak hoax memasuki tahun politik penyebaran hoax (informasi bohong) maupun ujaran kebencian begitu masif di media sosial (medsos). Publik pun terjebak dengan informasi tidak benar tersebut.Atas adanya dinamika itu, Kepala Departemen Ilmu Komuniasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gajah Mada (FISIP-UGM), Kuskridho Ambardi, mengelompokkan tiga penyebar hoax.Pertama, mereka yang memiliki tujuan politik. Kedua, mereka yang punya tujuan komersial. “Ketiga, mereka yang avonturir saja,” ujarnya dalam sebuah diskusi di Restoran Bakoel Koffie, Cikini, Jakarta, Rabu (14/3).Untuk kelompok pertama dan kedua, reproduksi berita hoaxnya cukup tinggi dan sistematis. “Karena mereka memilih tujuan dan ingin mendapatkan keuntungan,” imbuhnya.Sementara untuk kelompok ketiga kata Dodi, bersifat individual dan sporadik saja. Mereka kerap kali karena faktor kebencian, akhirnya menyebarkan berita yang ternyata hoax tanpa melakukan verifikasi.Sosiolog dari UGM Arie Sujito menambahkan, produsen hoax ternyata bukan dari kalangan atas. “Produsen hoax adalah kelas menengah yang menguasai akses informasi. Mereka yang selama ini kenyang atas sesuatu tapi lapar karena tidak memiliki nilai etis dalam politik,” sebutnya.Biasanya mereka yang memiliki ‘alat’ untuk menyebarkan hoax dan sebagai pemilik uang. “Dan mereka punya bisnis,” imbuhnya.Akibat perilaku mereka, masyarakatlah yang paling dirugikan. Masyarakat jadi terpecah belah. Awalnya hidup rukun, lantas ada Pilkada hingga Pilpres, yang disokong isu-isu kebencian dan hoax, mereka akan terprovokasi.

Bagikan:

Komentar