BPBD Lambat Respons, Warga Bambapuang Resah Longsor Susulan

  • Bagikan
FAJAR.CO.ID, ENREKANG — Warga Desa Bambapuang, Kecamatan Anggeraja, masih was-was. Mereka masih cemas dengan longsor susulan yang akan menggelindingkan batu-batu besar dari atas gunung.
Selang sehari longsor batu yang menimpa rumah salah seorang warga, belum ada tanda-tanda tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) turun ke lapangan. Padahal, masih ada sekira enam rumah yang teridentifikasi rawan terkena dampak longsor. Apalagi, hujan juga masih terus mengguyur Kabupaten Enrekang.
“Masyarakat khawatir longsor masih akan terjadi, karena hujan terus ini. Baru masih banyak batu-batu besar di sekitar sana (Gunung Galappo),” papar salah seorang kerabat warga Bambapuang, Irma Rizky.
Menurut salah satu personel BPBD, Suardin, pihaknya bakal membersihkan batu-batu labil di atas gunung itu. Hanya saja, BPBD kesulitan menyiapkan alat beratnya. Oleh karena itu, mereka masih menunggu keputusan dari pimpinan. Ditambah, fasilitas penanggulangan dari BPBD Enrekang sangat terbatas.
Sebelumnya, batu seukuran mobil menimpa rumah salah seorang warga. Batu raksasa itu memporak-porandakan separuh rumahnya di bagian belakang. Beruntung, tak ada korban jiwa dari kejadian yang berlangsung malam hari itu. (mam) 
  • Bagikan