Hindari Politisasi SARA, KPU Larang Kampanye Dirumah Ibadah

Rabu, 14 Maret 2018 19:27

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Kampanye sudah menjadi hal wajar dalam setiap pasangan cakada untuk memperkenalkan diri kepada masyarakat. Namun kadang proses kampanye menggunakan tempat yang memicu politisasi SARA, salah satunya yaitu tempat ibadah.Mengantisipasi hal tersebut, Komisi Pemilihan Umum(KPU) mengeluarkan undang-undang yang mengatur kegiatan kampanye.Sebagaimana yang disampaikan Ketua KPU Sulsel, Muh. Iqbal Latief bahwa aturan di KPU sudah jelas bahwa tidak boleh berkampanye di rumah ibadah. Jadi otomatis sarana ibadah, pendidikan dan pemerintahan tidak boleh digunakan sebagai ajang kamapanye.”Pastinya Bawaslu akan mengawasi kampenye nanti. Kalo tempat ibadah kan kita tidak boleh bicara politik praktis, Kita harus membuktikan sulsel ini tidak lagi berada di zona merah sebagaimana yang di stigmakan hari ini, karena itu kita harus menjaga keharmonisan pilkada ini ” ujarnya usai acara Deklarasi Menolak Politisasi SARA dan Penggunaan Tempat Ibadah Sebagai Kampanye pada Pilkada Serentak, di Hotel Remcy Makassar, Rabu (14/3/18).Selain itu, lanjut Iqbal, menghimbau kepada para penceramah untuk menhindari politik praktis, karena sebagai akibatnya akan dikenakan sanksi.”Saya kira kita menghimbau kepada penceramah ini, tidak hanya ditempat ibadah tapi juga ditempat yang lain untuk menghindari kepada proses politisasi untuk mengjak umat karena itu tempat yang dilarang. Kalau sanksi tentu dilihat dari kadar orangnya dan itu menjadi kajian Bawaslu,” tegas Iqbal.

Komentar