Pengamat: Pasangan BARAKKA Wajib Waspadai PAMMASE

Rabu, 14 Maret 2018 22:24

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Keunggulan pasangan dr Baso Rahmanuddin Makkaraka-KH Anwar Sadat (BARAKKA), terhadap pasangan Amran Mahmud-Amran (PAMMASE) menuju hari H Pilkada Wajo bisa saja berbahaya. Pengamat menilai hal ini harus menjadi kekhawatiran apabila keberpihakan perangkat desa terhadap BARAKKA berpidah dukungan.”Hari ini mayoritas desa dikuasai oleh BARAKKA, sekitar 50 persen, dalam satu bulan antaranya ini harus berhati-hati, karena tiga mekanisme dalam politik dilapangan, 80-90 persen perangkap desa yang dikuasai barakka itu bisa saja berpindah,” ujar Arqam Azikin, Pengamat Politik Unismuh, pada acara Nobrol Pilkada di Warkop 212 Jalan Blouevard Makassar, Rabu (14/3/18).Menurutnya, beralihnya dukungan tersebut bisa mempengaruhi kemenangan dari BARAKKA, dan pasangan PAMMASE juga masih berpengaruh.”Jangankan 40 persen, 15 persen saja berpindah ke PAMMASE itu sudah berbahaya. Kenapa? Karena PAMMASE itu mantan wakil bupati, kemudian jaringan ormas yang ada itu masih kuat. cuma ada kelemahan di PAMMASE yaitu, tim-tim pemenangan itu sudah ada yang berpindah ke BARAKKA,” bebernya.Selain itu, selama pencalonan paslon BARAKKA dan PAMMASE, belum menunjukkan orasi-orasi politik yang membuat heboh di pilkada Wajo. Komunikasi politiknya dengan masyarakat belum ada untuk meningkatkan elektabilitasnya.”Seharusnya mereka membuat desain program yang lebih menjanjikan dan real dimata masyarakat, salah satunya adalah program kesehatan, kenapa kesehatan?, karena Wajo ini merupakan daerah yang banyak dan analisa saya dalam 5 tahun di program ini peningkatan pelayanan kesehatannya masih harus diperbaiki oleh calon-calon yang maju di pilkada,” tuturnya.Tak hanya program kesehatan, kedua cakada ini juga perlu membuat program segmen pemuda san olahraga, karena pemuda merupakan pemilih pemula dan perlu program dalam menggaet pemuda.”Pemuda itu kan pemilih pemula mulai dari kelas 2 SMA sampai semester 3 dan 4 di bangku perkuliahan. Dan saya tidak dapat program yang konkrit dari kedua pasangan ini tentang program yang memberdayakan anak muda,” lanjutnya”Kemudian program segmen olahraga yang tidak boleh dianggap remeh. Kalau buat sepakbola se-Wajo itu biasa, dan akan memakan waktu 20 tahun baru bisa jadi. Tapi buatlah program yang membuat mereka tertarik di bidang olahraga,” pungkas Azikin. (sul/fajar) 

Komentar