Jembatan Rusak, Murid SD ke Sekolah Terpaksa Menantang Bahaya

0 Komentar

FAJAR.CO.ID — Sejumlah infrastruktur umum di Desa Jawik, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur (Jatim) banyak yang rusak akibat diterjang banjir bandang pada Senin (12/3) lalu. Salah satunya jembatan sepanjang 14 meter dan lebar 2,5 meter yang menghubungan Desa Jawik dan Bakalan.

Warga merasakan dampak ambrolnya jembatan tersebut. Tak terkecuali para murid Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Jawik. Bahkan, mereka harus menantang maut saat berangkat dan pulang sekolah.

Satu-satunya akses menuju ke sekolah adalah jembatan sementara yang dibuat warga. Fasilitas penyeberangan darurat itu terbuat dari bambu. Butuh keberanian untuk melintasinya.

Selain konstruksi jembatan bambu yang kurang kokoh, derasnya arus sungai siap menghayutkan apa saja yang jatuh ke dalamnya. Hal ini yang lantas membuat sejumlah orang tua mendampingi putra-putrinya saat menyeberang, sebab memang kondisinya sangat membahayakan.

Setiap pagi, sejumlah warga dan para orang tua mengantre untuk menyeberang. Dengan sabar, satu per satu warga dan para siswa menyeberang untuk menuju ke sekolahnya.

“Siswa terpaksa menyeberang jembatan sementara karena jembatan menuju ke sekolahnya di Desa Jawik runtuh saat terjadi banjir. Ya, terpaksa para orang tua mengantar anak-anaknya sekolah,” kata Kepala Desa Jawik Wasiyan, Rabu (14/3).

Tak sedikit siswa SD yang takut menyeberangi jembatan. Sejumlah pelajar memilih tidak masuk sekolah dan berdiam diri di rumah. Sama halnya dengan warga lainnya.

Mereka khawatir ada banjir susulan. Mengingat curah hujan masih cukup tinggi. “Kondisinya memang mencemaskan. Kalau siswa tidak dibantu menyeberang terlalu berisiko. Karena jembatan sangan rawan,” tambah Wasiyan.

Sebelumnya, petugas Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonenegoro sudah meninjau ke Desa Jawik. Mereka bersama warga lantas memperbaiki sejumlah infrastruktur yang rusak.

“Setelah berkoordinasi dengan pemerintah desa, kami melakukan pembenahan. Untuk membangun jembatan berkoordinasi Pemkab Bojonegoro. Saat ini baru di bangun jembatan darurat guna akses sementara di desa tersebut,” terang Kepala Pelaksana BPBD Bojonegoro Andik Sudjarwo. (ce1/yud/JPC)

 

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...