Penjual Bakso Berdasi (1): Viral Jadi Berkah

0 Komentar

Berpakaian necis, lengkap dengan jas atau topi koboinya, siapa sangka pria berusia sekitar 31 tahun itu adalah seorang penjual bakso keliling. Rinto dg Sitaba namanya, bahkan dia sempat viral di media sosial karena aksi uniknya.

=====================
SYAMSUL ALAM
MAKASSAR
=====================

Hidup Rinto seperti ketiban duren. Setelah sempat viral di media sosial beberapa waktu lalu, kini ia merasakan buah ketenarannya itu.

Dengan ditemani gerobak yang membawa dagangan baksonya, pria kelahiran Desa Bontoparang Kecamatan Manggarabombang Kabupaten Takalar itu, berjualan bakso dari Jalan Tanggul Patompo hingga Jalan Dangko Makassar.

Laki-laki Kelahiran 1986 itu mengaku selama dirinya terkenal, barang dagangannya cepat habis dari pada sebelumnya. Dulu penjualannya berkisar Rp1,6 juta perhar namun sekarang naik menjadi Rp1,8 juta perhari.

“Sekarang cepat habis, malah banyak yang minta. Penjualan dulu 18 kilo skrng 20 kilo, biasanya 400 mangkuk sekarang 600 mangkok,” beber Rinto saat ditemui di Jalan Tanggul Dg Patompo, Jumat (16/3/18).

Pria yang sudah 18 tahun berjual bakso itu tampil berbeda dari penjual bakso pada umumnya. Ia mengaku tampilan tersebut hanya sekedar inisiatif saja.

“Inisiatif saya sendiri dari pada jasnya mengganggur mendkng saya pakai. Saya kan orangnya rapi, jadi harus begini, dan pembeli juga selalu kasi jempol. ” ujarnya.

Dengan modal awal Rp1,5 juta, dan sekarang penghasilannya 6 juta perbulan, anak kedua dari empat bersaudara itu, berencana membangun sebuah warung.

“Keuntungan perbulan itu Rp6 juta, tapi itu masih saya bagi dengan kakak sepupu saya, jadi keuntungan saya biasanya 500 ribu. Rencana mau buka warung, tapi masih kumpulkan uang,” kata Rinto.

Sementara kakak sepupu dari Rinto, Nawir Dg Lau, mengungkapkan bersama Rinto, dia merintis usaha bakso tersebut. Sejak saat itu dia yang menyiapkan bahan, sementara itu Rinto yang mengolah dan memasarkannya.

“Saya yang belanja bahan-bahannya, kemudian dia yg kelola. Jas sama topi dia sendiri yg berinovasi. Dia dulu bawa becak jadi kupanggil mi jualan bakso,” jelas Nawir. (*/bersambung)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment