Puluhan Korban Tertipu Intel Kodam Gadungan

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Dengan mengaku sebagai anggota Detasemen Intelijen (Denintel) Kodam XIV Hasanuddin, Nur Wachid berhasil melakukan penipuan dan memperdayai korban-korbannya.

Hingga sejauh ini, belum diketahui jumlah korban dan kerugian yang ditanggung oleh para korban akibat ulah pria yang saban harinya berprofesi sebagai driver online ini. Pasalnya yang bersangkutan sudah melakukan aksinya hingga 2 bulan lebih.

Asisten Intelijen (Asintel) Kodam XIV Hasanuddin, Kolonel Inf Zeni Djunaedi mengungkapkan, selama menjalankan aksi penipuannya sejak awal 2018 lalu, pelaku yang merupakan warga Kabupaten Takalar, Sulsel ini telah menipu sekitar puluhan orang warga di Makassar.

Terakhir, pelaku bahkan menipu perusahaan leasing atau pembiayaan untuk membeli mobil yang kini dipakai pelaku untuk menjadi sopir Grab.

“Kita tangkap Jumat (16/3) malam tadi. Hasil interogasi yang kita peroleh pengakuaannya hanya untuk kepentingan biar dia disegani. Makanya yang bersangkutan ini mengaku-mengaku sebagai anggota intelijen TNI dan berpangkat Danintel,” kata Zeni di sela-sela pengungkapan pelaku, di Mako Kodam XIV Hasanuddin, Sabtu (17/3).

Pelaku kata Zeni, sering melakukan aksinya di seputaran wilayah kota Makassar tepatnya di kawasan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wahidin Sudirohusodo Makassar, Jalan Perintis Kemerdekaan. Lokasi itu katanya, diklaim pelaku sebagai daerah kekuasaannya untuk menjalankan aksi penipuan.

“Modusnya ini memang murni menakut-nakuti korbanya, baik pihak sekuriti RS maupun keluarga pasien kemudian korban dimintai uang,” jelas Zeni.

Terkahir pelaku juga mengaku sempat menipu seorang anggota TNI asal Ambon dengan mengajak membobol mesin ATM dengan dalih mengaku sebagai senior di satuan TNI.

“Jadi dia ajak seorang anggota TNI asal Ambon untuk bobol ATM, tapi korban menolak karena anggota itu anggap kalau itu tindakan kejahatan,” imbuhnya.

Sementara itu pelaku mengaku menjalankan aksinya untuk mencari hidup selama di Makassar. Pria 24 tahun ini mengaku sebagai anggota TNI lantaran termotivasi dan pernah mendaftar TNI pada tahun 2010 lalu namun tak lulus.

“Saya cari hidup pak, cuman mengaku TNI karena biar akses mudah, disegani juga,” paparnya.

Hingga saat ini, pelaku masih diamankan di kantor Kodam XIV Hasanuddin untuk pemeriksaan lebih lanjut. “Nanti kita koordinasi dengan kopolisian untuk proses hukumnya. Kita nilai ini kriminal murni penipuan,” tutup Zeni menambahkan. (Fajar/JPC)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...