Kasus Sabu 1 Kg Berlanjut, Teman si Cantik Terciduk Juga

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, TARAKAN – Setelah berhasil menangkap gadis cantik, Riski Amelia yang nekat menyelundupkan sabu 1, 08 kg di Bandara Juwata Tarakan. Satu orang lagi rekan, Amelia yang belum diketahui identitasnya ikut diringkus. Penangkapan itu dilakukan setelah Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinisi Kalimantan Utara melakukan pengembangan terhadap Amelia. Dari informasi yang didapatkan Kaltara Pos, rekan Amelia yang juga merupakan seorang wanita diciduk di Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Selumit Pantai.

Kepala BNNP Kaltara, Brigjen Pol Ery Nursatari mengatakan, Amelia diamankan pada Selasa (13/3) lalu, pihaknya langsung melakukan pengembangan dan hasilnya rekan Amelia juga berhasil ditangkap.

“Sudah ada sedikit titik terang. Jadi yang mengantar ini sudah ketemu sama kita. Ada pelaku lain dan baru kita dapatkan. Masih kami dalami keterlibatannya,” kata Ery. “Identitasnya belum bisa kita beberkan karena masih dalami dulu,” ungkapnya.

Dikatakan pria berpangkat bintang satu itu, hasil pemeriksaan sementara yang dilakukan oleh pihaknya. Amelia masih enggan mengakui, barang bukti sabu yang ditemukan petugas Avsec di dalam kopernya merupakan miliknya. Meski demikian, Amelia membuka mulut terhadap keberadaan rekannya yang menjemput dan mengantarnya ke bandara.

“Keduanya ini kalau saya lihat memang sangat profesional dan berpengalaman saat dimintai keterangan,” tuturnya.

Untuk diketahui, pelaku kedua yang diamankan BNNP Kaltara merupakan warga Tarakan. Dari hasil tes urine yang dilakukan penyidik, Amelia dan rekannya diketahui negatif dari penggunaan narkotika. Dibeberkan Ery, Amelia hanya mengakui baru pertama kali melakukan aksinya.

“Untuk asal dari barangnya masih terus kita dalami lagi, karena pelaku kedua yang diamankan mengakui tidak tahu. Tidak tahu saat dilakukan pemeriksaan. Jadi mereka masih mengelak,” bebernya.

Berhembus kabar, Amelia merupakan anak dari seorang pejabat. Menanggapi hal itu, Ery tak bisa memastikan. Sebab, dari pemeriksaan yang dilakukan terhadap Amelia masih berubah-ubah.

“Jadi semua dia sebutin dan besok berubah lagi keterangannya. Dia bilang juga, sudah ceria. Dia memang lancar memberikan keterangan tapi berbelit-belit,” terang Ery.

Kepada penyidik, Amelia mengaku, sudah menikah dua kali dan sekarang berstatus janda kemudian baru pertama kali ke Tarakan. “Jadi perlu pendalaman. Apalagi dia belum mau mengakui barangnya,” pungkas Ery.

Sebelumnya dikabarkan, Riski Amelia (27) ditangkap petugas Avsec saat berada di terminal Bandara Juwata Tarakan, Selasa (13/3), sekira pukul 11.00 Wita. Amelia hampir saja berhasil meloloskan sabu-sabu terbang ke Makassar, Sulawesi Selatan. Amelia sendiri diketahui, ditangkap saat dilakukan pemeriksaan di security cek poin, tepatnya sebelum memasuki ruang tunggu keberangkatan.

Kepala Bandara Juwata Tarakan Elfi Amir mengatakan,  pelaku hendak berangkat ke Makassar dengan pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT 0739. Namun pada pemeriksaan SP1, Amel berhasil dari pemeriksaan petugas dan tidak menunjukkan adanya kecurigaan sama sekali.

“Di SP2 petugas yang melakukan monitoring saat itu mencurigai koper bawaan pelaku. Jadi petugas  mencurigai gambar seperti kotak sabun, bedak, dan kotak tisu basah yang muncul di monitor,” kata Elfi.

Dilanjutkannya, karena rasa curiga barang yang ada di dalam koper berwarna orange bermotif loreng milik pelaku. Petugas kemudian melakukan pemeriksaan. Saat diperiksa, petugas semakin curiga setelah memegang barang tersebut dan langsung melakukan pengecekan isi dari barang tersebut. Dari hasil pemeriksaan, didapati 2 bungkus besar sabu yang disimpan di dalam botol bedak dan kemasan tisu basah.

“Kita periksa yang bersangkutan, namun yang bersangkutan sampai saat ini tidak mengakui itu miliknya. Kita tetap mencurigai dia adalah pelakunya,” tuturnya.

Dari pengakuan pelaku, dijelaskan Elfi, dia merupakan warga Makassar yang datang ke Tarakan, Senin (12/3) lalu untuk bertemu dengan rekan bisnis onlinenya. Tidak hanya itu, dikatakan Elfi, dari gerak-gerik yang dilakukan pelaku, wanita yang memakai kaca mata itu beraksi dengan sangat profesional sehingga hampir saja mengelabuhi petugas.

“Dia wanita cantik berjilbab dan tutur bahasanya manis. Kalau saya melihat dia seperti sudah sangat profesional. Jadi kita akan menyerahkan ke pihak berwajib untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut,” bebernya.

Saat dimintai keterangan di ruang keamanan Bandara Juwata, pelaku juga diketahui tidak menunjukkan sikap grogi atau panik terhadap petugas. Gerak-geriknya sangat santai saat diperiksa. “Dia santai sekali, ditanya juga santai sekali. Dia ini terlihat seperti profesional sekali, ditanya dia tidak takut dan grogi dan selalu terlihat seperti tidak ada apa-apa,” bebernya. (zar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...