Ketua KPU Sultra Dipanggil KPK Terkait Dana Kampanye Pilgub


FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Ketua KPU Sulawesi Tenggara (Sultra) Hidayatullah belum memenuhi panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa (20/3). Hidayatullah beralasan tidak hadir karena masih mengikuti proses pemilihan anggota KPU Sultra periode 2018-2023, yakni pemeriksaan kesehatan.Padahal, surat panggilan yang dilayangkan sudah diterima Hidayatullah sejak, Sabtu (17/3). Ia pun meminta kepada KPK untuk menunda pemeriksaannya pada, Rabu (28/3).Terkait pemanggilan Hidayatullah tersebut dibenarkan oleh Juru Bicara KPK, Febri Diansyah. Ia dipanggil untuk dimintai keterangan terhadap tersangka Wali Kota Kendari non aktif, Adriatma Dwi Putra dan calon Gubernur Sultra, Asrun yang saat ini mendekam dibalik jeruji besi KPK. Hidayatullah dipanggil untuk dimintai keterangannya terkait dengan dana kampanye Asrun sebagai calon gubernur.“Kami ingin meminta keterangan saksi Hidayatullah terkait dengan dana kampanye Pilgub Sultra yang diikuti tersangka Asrun,” kata Febri.Febri mengaku, untuk kepentingan penyidikan, keterangan Hidayatullah sangat dibutuhkan untuk tersangka Adriatma Dwi Putra mengingat penyidik ingin menggali informasi mengenai dana kampanye yang digunakan oleh Asrun dalam Pilgub Sultra berpasangan dengan mantan Bupati Wakatobi dua periode, Hugua.“Saat ini penyidik tengah mendalami informasi terkait dengan dana kampanye. Untuk memastikan uang yang terjadi transaksi tersebut adalah uang yang sesuai dengan pasal suap. Ini terpisah dengan dana kampanye,” tambahnya.Selain Hidayatullah, dua orang lainnya yang dipanggil untuk dimintai keterangannya adalah Direktur PT Kendari Siu Siu, Ivan Santri Jaya Putra dan Staf Keuangan PT Sarana Perkasa Eka Lancar, Suhar. Keduanya juga dipanggil untuk dimintai keterangan terhadap tersangka Adriatma Dwi Putra.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...