Ketua KPU Sultra Ikut Diperiksa KPK

Selasa, 20 Maret 2018 10:00

Adriatma Dwi Putra diamankan penyidik KPK di Rumah Dinas Wali Kota Kendari. Sedangkan ayahnya, Asrun diamankan dirumah pribadinya. Begitu juga dengan dua tersangka lainnya yang diamankan dirumah masing-masing.

Dalam proses penyidikan, diduga uang hasil suap sebesar Rp. 2,8 Miliar itu akan diperuntukkan untuk modal kampanye Asrun sebagai calon gubernur Sultra periode 2018-2023.

Atas perbuatannya, Hasmun Hamzah sebagai pihak pemberi disangkakan dengan pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b atau pasal 13 Undang-undang Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 tahun 2001 juncto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sedangkan, Wali Kota Kendari, Adriatma Dwi Putra (ADP), Asrun dan Fatmawati Faqih sebagai pihak yang diduga menerima suap dijerat dengan pasal 11 atau pasal 12 huruf a atau b Undang-undang nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang nomor 20 tahun 2001 juncto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (Fajar)

Bagikan berita ini:
9
5
5
Tetap terhubung dengan kami: