Masih Jalani Tes Kesehatan, Ketua KPU Sultra Tunda Pemeriksaan di KPK


Akan tetapi, secara tegas jika terkait dengan kasus proyek yang menimpa keempat tersangka yang kini ditahan KPK, Hidayatullah mengaku tidak pernah bermain-main dengan persoalan proyek. “Kalau soal pengadaan barang dan jasa, saya tidak pernah main proyek. Saya percaya kalau KPK itu profesional, KPK pasti tahu siapa-siapa dan mana yang main proyek,” tegasnya.Untuk diketahui, Wali Kota Kendari non aktif, Adriatma Dwi Putra, calon Gubernur Sultra, Asrun, mantan Kepala BPKAD Kota Kendari, Fatmawati Faqih serta Direktur Utama PT Sarana Bangun Nusantara (SBN), Hasmun Hamzah kini tengah menjalani masa tahanan KPK. Keempatnya ditangkap dalam kegiatan operasi tangkap tangan yang dilakukan KPK selama tiga hari di Kota Kendari.Adriatma Dwi Putra diduga menerima suap dari proyek pengadaan barang dan jasa di Pemerintah Kota Kendari tahun 2017-2018 dari Hasmun Hamzah sebesar Rp. 2,8 Miliar. Uang tersebut diduga akan dipergunakan untuk biaya kampanye pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Sultra, Asrun-Hugua.Atas perbuatannya, Hasmun Hamzah sebagai pihak pemberi disangkakan dengan pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b atau pasal 13 Undang-undang Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 tahun 2001 juncto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.Sedangkan, Wali Kota Kendari, Adriatma Dwi Putra (ADP), Asrun dan Fatmawati Faqih sebagai pihak yang diduga menerima suap dijerat dengan pasal 11 atau pasal 12 huruf a atau b Undang-undang nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang nomor 20 tahun 2001 juncto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (Fajar)

Komentar

Loading...