Dipicu Dendam, Mahasiswa Ini Nekat Teror Tetangganya Pakai Bom Molotov

Rabu, 21 Maret 2018 - 12:23 WIB

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Tak terima di tegur saat pesta minuman keras (miras) oleh tetangga rumah kosnya, dua mahasiswa di Kabupaten Gowa, nekat membalas dendam dengan melempar bom molotov ke rumah Tajuddin.

Kronologis pelemparan bom molotov berawal saat dua pelaku sedang asyik minum-minuman keras di area kos-kosan bersama rekannya, pada Rabu 14 Maret lalu.

Korban Tajuddin (40), warga Jalan Pros Malino lorong Lersatuan Kelurahan Balang, kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, yang merasa terganggu atas tindakan pelaku dan temannya pun akhirnya menegur mereka.

Berselang sehari, tersangka SA(25), keluar dari kontrakannya dekat rumah korban karena sakit hati ditegur dan pindah ke Jalan Abdul Kadir Makassar.

Kemudian SA datang ke rumah AL(21), menceritakan semuanya dan merencanakan balas dendam dengan cara melempar bom molotov.

“Pada hari Senin 19 Maret 2018 kami mendapat laporan tentang adanya kebakaran  yang setelah kita lakukan olah tkp ada pecahan botol, sehingga kita menyimpulkan bahwa sumber api tersebut berasal dari bom molotov,” ujar Kapolres Gowa, AKBP Shinto Silitonga, saat konferensi pers di Mako Polres Gowa, Rab (21/3/18).

Berdasarkan pemeriksaan internsif dari para saksi disekitar tkp, bahwa memang motif pelaku melakukan pelemparan bom molotov akibat sakit hati ditegur.

“Dengan kecepatan dan kesigapan Tim Anti Bandit Polres Gowa, dihari yang sama yaitu Senin 19 Maret 2018 pelaku dapat dibekuk, yang sebelumnya pelaku melempar bom molotov ke rumah korban sekitar 04.30 dini hari,” terang Shinto.

“Pelemparan bom molotov dilakukan dengan SA membonceng AL. Tiba disasaran, AL turun dari motor kemudian melempar kerumah korban lalu meninggalkan tkp,”lanjutnya.

Dari penyergapan pelaku, ditemukan barang bukti berupa satu lembar celana panjang, satu bilah pisau, satu botol yang menyerupai bom molotov, satu lembar pakaian terbakar di tkp, dan satu unit sepeda motor yamaha.

“Tersangka SA dan AL dijetar pasal 187 ayat 1 KUHP jo pasal 1 UU Darurat No. 12 Tahun 1951, dengan ancaman hukuman paling lama 12 tahun penjara,” jelas Shinto. (sul/fajar)

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.