Karyawan Toko Ini Kubur Orok di Bawah Pohon Nangka, Hasil Hubungan Gelap

Rabu, 21 Maret 2018 - 13:00 WIB

FAJAR.CO.ID, GOWA — Hasil hubungan gelap antara KW (21), dengan pacarnya menghadirkan bayi dalam kandungannya berumur empat bulan. Demi menghilangkan jejak kehamilannya, pelaku mengubur bayi yang dibungkus jilbab warna putih dibawah pohon nangka.

Pelaku yang merupakan karyawan salah satu toko di sekitar Jalan Landak Makassar, tidak mendapat restu dari orang tuanya. Dia pun berinisiatif menggugurkan kandungannya dengan mengonsumsi obat floxigara yang dipesan melalui online.

Pelaku menggugurkan bayi dengan mengonsumsi obat tersebut dan memberikan dampak mulas yang sangat tinggi, dan pusing. Kemudian untuk menetralisir yaitu dengan meminum obat puyer bintang 16.

Setelah itu, pelaku menghubungi NH(20), seorang baby sister yang juga adik dari pacar pelaku untuk membantu menguburkan bayi tersebut. Dan akhirnya dilakukan di Dusun Bangkala, Desa Jenemadinging, Kecamatan Pattalasang, Kabupaten Gowa.

“Kejadiannya pada hari selasa malam, saat warga mendengar anjing menggonggong di samping rumahnya, dan dikejutkan dengan penemuan bayi berumur 4 bulan yang sudah lama dikubur. Ini menjadi awal penyelidikan Polsek Bontomarannu,” ujar Kapolres Gowa, AKBP Shinto Silitonga SIK., M.Si, saat konferensi pers di Mako Polres Gowa, Rab (21/3/18).

Berdasarkan pengakuan warga, bahwa memang sebelumnya ada warga yang meminjam pacul yang alasannya untuk menguburkan bangkai tikus. Hal itu dibenarkan oleh pelaku NH yang telah meminjam pacul kepada warga.

“Pelaku mengubur bayi di bawah pohon nangka dengan NH, meminjam pacul ditetangga, motifnya untuk kubur bangkai tikus,” jelas Shinto.

Ayas pengungkapan tersebut, ditemukan barang bukti berupa cangkul yang digunakan oleh pelaku untuk menggali kuburan bayi, sisa obat jenis floxigra, satu papan cytotec, dua kaplet jenis klofeniramin maleat, dan empat saset bintang toedjoe no. 16.

“Persangkaan terhadap pelaku KW yaitu dijerat pasal 348 KUHP yaitu dengan sengaja menggugurkan atau mematikan kandungan, sementara hukuman paling lama 5-6 bulan penjara,” tutup Shinto. (sul/fajar)

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.