Kasus Suap Wali Kota Kendari non Aktif, KPK Panggil Ketua DPC Gerindra Konawe

FAJAR.CO.ID, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengagendakan pemeriksaan terhadap Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kabupaten Konawe, Wahyu Ade Pratama Imran. Komisaris PT Wahyu Putra Sultra yang juga merupakan anak dari Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) partai Gerindra Sulawesi Tenggara ini, akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Adriatma Dwi Putra (ADP), dalam kasus pemberian suap terkait pengadaan barang dan jasa di Pemkot Kendari 2017-2018.

"Yang bersangkutan akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka ADP," ungkap juru bicara KPK Febri Diansyah, Di gedung Merah Putih KPK, Kuningan Persada, Jakarta Selatan Rabu (21/3).

Diketahui Wahyu adalah seorang Calon Bupati Konawe pada perhelatan pesta demokrasi Pemilihan Bupati (Pilbub) Konawe 2018 mendatang. Namun, Wahyu memilih mundur dari kontes tersebut dikarenakan Asrun (keluarganya) juga maju dalam pilkada tersebut. Asrun adalah besan dari Imran (Ayah Wahyu) karena putrinya menikah dengan Adriatma Dwi Putra. Adriatma dan Ayahnya sudah ditetapkan oleh KPK sebagai tersangka.

Selain Wahyu, ada pihak wiraswasta Kisra Jaya Batarai dan Adi Lukman yang juga di panggil oleh penyidik KPK.

Sebelummya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan Wali Kota Kendari Sulawesi Tenggara Adriatma Dwi Putra sebagai tersangka. Selain Adriatma, penyidik KPK juga menetapkan beberapa pihak lain antara lain Ayahnya bernama Asrun Mantan Walikota Kendari/Calon Gubernur Sulawesi Tenggara, Direktur PT. Sarana Bangun Nusantara Hasmun Hamzah, dan Mantan Kepala BPKAD Kota Kendari Fatmawati Faqih sebagai tersangka.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Hariman Kaimuddin


Comment

Loading...