Pemuda Zaman Now Menghadapi Tantangan Nasionalisme di Era Globalisasi

Kamis, 22 Maret 2018 - 18:42 WIB

JAKARTA – Tantangan terhadap ‘nasionalisme’ adalah kemiskinan, kekurangan gizi, kebodohan, keterisolasian, dan keterbelakangan. Sementara ‘globalisasi’ yang bermakna keterbukaan, dipenuhi persaingan (liberal) antarnegara.

Saat negara-negara berkembang berusaha meningkatkan taraf hidup rakyat, liberalisasi melingkupi dunia. Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo menyiapkan ‘Generasi Emas’ menjawab tantangan kondisi dunia ‘now’.

Demikian penjelasan Kepala Staf Presiden RI, Jenderal TNI (Purn) Dr. Moeldoko dalam kuliah umum di Aula FISIP Univ. Prof. Dr. Moestopo (Beragama) Jakarta, Rabu (21/3).

Dalam kuliah umum di Kampus Merah Putih itu, mantan Panglima TNI Moeldoko mengemukakan, generasi muda ‘zaman now’ rentan terhadap benturan antara ‘nasionalisme’ dan ‘globalisasi’.

“Saat ini, generasi muda dihujani beragam informasi yang banyak di antaranya diragukan kebenarannya. Informasi mengenai keterbelakangan daerah-daerah tertentu, yang dapat diartikan kekurangberhasilan pemerintah dalam melaksanakan pembangunan, dapat memicu kekecewaan yang dapat mengikis jiwa kebangsaan,” sesal Moeldoko.

Informasi tentang kesenjangan kemajuan pembangunan infrastruktur, terkait peningkatan taraf ekonomi, penanggulangan kemiskinan, fasilitas pendidikan, seringkali dihembuskan dalam persaingan global.

Usaha pendidikan menjawab situasi tersebut adalah menanamkan keyakinan akan kebenaran filosofi luhur yang berisi nilai instrumental ‘Pancasila’.

“Keyakinan terhadap kebenaran idealisme bangsa Indonesia bisa menggelorakan semangat ‘kemandirian’ yang akan mengantarkan eksistensi bangsa menghadapi globalisasi,” ujarnya.

Program Presiden Jokowi menyiapkan ‘generasi emas’ mempunyai makna bahwa tahun 2045 akan terwujud generasi muda Indonesia yang berkualitas tingkat pendidikannya, produktif, mandiri, serta mampu menghadapi tantangan perubahan yang semakin cepat, kompleks, serba surprise (mengejutkan), dan penuh risiko.

Sementara fasilitas infrastruktur nasional sempurna, Nusantara sudah terajut dalam tol laut, jalan licin melingkupi daratan, fasilitas penerbangan yang memayungi wilayah Sabang hingga Merauke.

Harga barang, terutama kebutuhan pokok rakyat, relatif sama di seluruh penjuru Tanah Air,” pungkas Moeldoko.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.