Komisi I DPR Khawatir Data Facebook Indonesia juga Bocor seperti di AS

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Abdul Kharis Almasyhari, merasa prihatin terhadap kasus kebocoran data pengguna Facebook yang melibatkan Cambridge Analytica (CA) di Amerika.Mark Zuckerberg, selaku CEO & Founder Facebook, mengakui akan adanya kebocoran, pelanggaran kepercayaan terhadap jutaan pengguna Facebook. Pernyataan tersebut disampaikan melalui akun Facebook resmi miliknya.“Saya amat prihatin, dan ini jelas-jelas melanggar privasi, kita tidak tahu dan tidak ada jaminan bagaimana dengan data pengguna Facebook di Indonesia,” ujar Kharis dalam keterangan tertulis kepada Fajar, Jumat (23/3/2018).

Ketua Komisi I DPR RI, Abdul Kharis Almasyhari, prihatin kasus kebocoran data Facebook. (Foto: IST/Fajar Indonesia Network)
Menurut Anggota DPR RI dari fraksi PKS itu, kejadian seperti ini entah mungkin yang pertama atau kedua kalinya, Facebook dan semua sosial media wajib dan harus menjaga privasi dan data pengguna mereka.Dalam sejumlah media, Aleksandr Kogan selaku pihak yang disebut-sebut bertanggung jawab terhadap bocornya 50 juta data pengguna Facebook. Data tersebut diduga dipakai untuk kepentingan politik selama masa pemilihan Presiden AS pada 2016.Menurut Kharis, ada beberapa poin yang menjadi catatannya sebagai Ketua Komisi I DPR RI. Pertama, perusahaan besar seperti Facebook harusnya memiliki sistem pengamanan data yang aman sehingga pengguna Facebook yang berada di seluruh belahan dunia, merasa nyaman dan tidak perlu khawatir bahwa data pribadi mereka tidak digunakan oleh pihak-pihak ketiga.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Redaksi


Comment

Loading...