Menteri PUPR Seriusi Aspal Plastik dan Aspal Karet Milik FT UGM

FAJAR.CO.ID — Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, menunjukkan keseriusannya dalam pengolahan limbah plastik di Indonesia. Salah satunya mengembangkan teknologi campuran aspal plastik dan aspal karet.

“Upaya ini bertujuan mengurangi sampah kantong plastik dengan mengolahnya menjadi bahan campuran aspal,” ujar Menteri Basuki beberapa waktu lalu.

Alat pencacah plastik merupakan hasil inovasi mahasiswa FT UGM dinilai bisa mengurangi limbah kantong plastik.

Untuk meningkatkan ketersedian bahan plastik cacah, Kementerian PUPR telah memesan sebanyak 1.000 mesin pencacah sampah plastik yang merupakan hasil inovasi Fakultas Teknik Universitas Gajah Mada (UGM) yang akan diproduksi massal oleh salah satu BUMN yakni PT Barata Indonesia.

Alat-alat tersebut nantinya akan distribusikan ke Balai Besar/Balai Pelaksanaan Jalan Nasional di seluruh Indonesia dan diharapkan dapat mendukung pelaksanaan pemeliharaan jalan nasional.

Selain limbah plastik, Kementerian PUPR pada tahun ini juga akan menerapkan campuran aspal dengan komoditas karet sebagai upaya pemanfaatan karet alam dalam negeri.

Kelebihan campuran aspal karet alam yakni meningkatkan kualitas perkerasan aspal dalam hal usia layanan dan ketahanan terhadap alur.

Sebelumnya, Kementerian PUPR telah melakukan uji coba penerapan campuran aspal plastik di beberapa kota seperti Jakarta, Bekasi, Denpasar, Makasar, dan Tangerang. Pada tahun 2018, Kementerian PUPR mulai menggunakan teknologi aspal plastik dan aspal karet dalam paket pekerjaan pemeliharaan jalan nasional di beberapa provinsi. (zen/FIN)

 

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Redaksi

Comment

Loading...