PDIP Bela Puan, Demokrat: Mereka Banyak yang Tersangkut Korupsi


FAJAR.CO.ID, JAKARTA- Dua kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Puan Maharani dan Pramono Anung diduga ikut menerima uang dari proyek e-KTP. Namun langsung saja Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto pasang badan dan membantahnya.

Menanggapi hal itu, Ketua DPP Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean mengatakan, ‎apa yang disampaikan oleh Hasto sedang memainkan politik cuci tangan.
Dalam hal ini, kata Ferdinand, Hasto ingin mengesankan ke publik bahwa posisi PDIP saat kejadian korupsi e-KTP adalah oposisi yang tidak mungkin terlibat korupsi.
“Padahal kita tahu secara terang benderang bahwa korupsi bukan terkait dengan posisi sebagai pemerintah maupun sebagai oposisi,” ujar Ferdinand dalam keterangan tertulis yang diterima JawaPos.com, Kamis (22/3).
Perilaku korupsi itu kata Ferdinand, adalah personal, pribadi dan moral seseorang, bukan karena status kelembagaan politik sebagai oposisi atau sebagai penguasa. Sehingga, meski PDIP sebagai oposisi saat itu bukan berarti kader PDIP bersih dan tidak ada yang terlibat korupsi.
“Faktanya banyak kader PDIP banyak yang tersangkut dengan skandal korupsi di pusat maupun di daerah, sebagaimana jumlah tersangka yang di usut oleh penegak hukum salah satunya oleh KPK,” katanya.
Ferdinand menilai, tesis Hasto yang menyatakan seolah oposisi tidak mungkin korupsi adalah sesat, salah dan bentuk politik cuci tangan.

Komentar

Loading...