PDIP Ingatkan KPK Hati-Hati dengan Nyanyian Setya Novanto

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Masinton Pasaribu menyarankan agar, kasus korupsi E-KTP yang menyeret mantan Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto digiring ke politik.

Buat Masinton, aparat penegak hukum dan pihak-pihak terkait dalam kasus ini fokus pada penyelesaian masalah hukumnya dan tak usah memasukan unsur politik di dalamnya.

“Kalau kami melihatnya ini penegakan hukum jangan dipolitisasi. Fokus saja pada penegakan hukumnya,” kata Masinton di Gedung Nusantara III, DPR RI, Jumat (23/3).

Dikatakan Masinton, langkah Novanto menjadi justice collaborator (JC) di kasus yang merugikan negara triliunan rupiah ini untuk menghadirkan drama baru dengan menyebutkan nama-nama lain di luar dakwaan sebagaimana sudah dibacakan di hadapan hakim.

“Ini dalam pengajuan JC, malamnya kan diperiksa KPK. Saya gak tau urgensi pemeriksaannya tuh apa. Apakah kemudia di dorong untuk menciptakan drama baru dengan penyebutan nama-nama diluar dakwaan tersebut,” ujarnya.

Anggota Komisi III yang membidangi masalah hukum itu menyarankan agar aparat penegak hukum (KPK) berhati-hati dalam kasus ini, karena ada aktor dibalik penyebutan nama oleh Novanto.
“Dalam hal ini penegak hukum harus hati-hati. Ini ada pihak lain yang di luar Pak Nov yang merupakan aktor utamanya,” ungkap Masinton.

Masinton juga menuding, ada tekanan besar yang dirasakan oleh Novanto di kasus korupsi ini. Pasalnya, disetiap kesaksian yang diberikan oleh mantan Ketua DPR RI itu, tiba-tiba dirinya menangis.

“Ya keterangan Pak Nov ini kan berubaha-rubah. Kayaknya dalam tekanan, tiba-tiba nangis yang bisa kita maknakan ada kekuatan lain yang coba mengarahkan beliau,” sebutnya.

Diketahui, dalam kasus korupsi E-KTP ini, Setya Novanto membeberkan pelaku lain yang berasal dari Fraksi PDI Perjuangan yakni, Puan Mahrani, Pramono Anung dan Ganjar Pranowo. (Aiy/Fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...