Perawat malah tidak Sopan, Rendahkan Pasien yang Butuh Pengobatan

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, BALIKPAPAN  –  Keluhan masyarakat terkait pelayanan kesehatan di Kota Minyak tumpah di laman media sosial Facebook. Hal itu setelah kejadian tidak mengenakkan yang dialami Krisna Zulfika di RSUD Beriman, Gunung Malang, Kamis (22/3) malam. Saat itu juga, Krisna mencurahkan kekesalannya di Facebookyang lantas membuat warganet heboh.

Ditemui di kediamannya Jalan 21 Januari, RT 6, Nomor 7, Kelurahan Baru Tengah, Balikpapan Barat, Krisna bercerita bahwa kondisi ibunya, Arniati (59) sudah lemas. Sudah tiga hari tidak bisa makan. Mual dan mau muntah jika dipaksakan. Kondisinya juga sempat demam dan pusing. Akhirnya, malam itu dia membawa ibunya ke IGD Rumah Sakit Restu Ibu.

“Di Rumah Sakit Restu Ibu sudah dilayani. Tapi, memang dikatakan perlu dirawat inap dan diinfus. Sementara kamar sedang penuh. Akhirnya, kami diminta ke Gunung Malang, Rumah Sakit Tentara, atau ke Rumah Sakit Kanujoso. Yang paling dekat tentu ke Gunung Malang,” ujarnya.

Krisna yang saat itu bersama adik laki-lakinya akhirnya sampai di RS Beriman, Gunung Malang. Arniati diminta berbaring di tempat tidur. Kemudian, datang dokter dan perawat. Setelah bercerita riwayat penyakit Arniati, seorang perawat menanyakan surat rujukan dari RS Restu Ibu. “Saya bilang tidak ada. Saya sudah minta, tapi memang katanya langsung saja,” kata Krisna.

Perempuan berjilbab tersebut melanjutkan, dokter dan perawat seperti tidak percaya. Krisna lantas meminta agar perawat itu menelepon ke RS Restu Ibu jika memang perlu pembuktian. “Saya lalu jelaskan bahwa sudah tiga hari, ibu saya tidak bisa makan, tapi dengan arogan perawat itu bertanya, jadi ke sini mau apa? Mau minta makan di sini kah? Itu yang membuat saya langsung emosi,” ujarnya.

Setelah itu terjadi cekcok. Arniati yang sebetulnya lemas dan terbaring di tempat tidur, akhirnya bangun dan berjalan keluar meminta pulang. “Dokter dan perawat lain juga enggak ada upaya menengahi. Lebih parah lagi, begitu kami keluar, pintu IGD yang awalnya dibuka terus, kemudian ditutup oleh satpam,” tambahnya kesal.

Namun, dia menyebut persoalan ini sudah selesai. Satu jam setelah sampai di rumah, direktur RSUD Beriman datang bersama oknum perawat tersebut meminta maaf dan mengajak ke rumah sakit untuk dirawat. Hal itu setelah wali kota Balikpapan yang sedang cuti, Rizal Effendi, merespons kejadian tersebut.

“Kami sangat berterima kasih. Tadi pagi (kemarin) Bapak Rahmad Mas’ud juga datang dan mendengarkan keluh kesah kami secara langsung. Kami tidak minta apa-apa. Cuma berharap, agar ini dijadikan pembelajaran bersama,” ujarnya.

Arniati sendiri masih trauma dan belum mau dibawa ke rumah sakit. Namun, Krisna masih terus membujuk ibunya itu agar mau dirawat. Namun, Krisna berencana membawa ibunya ke rumah sakit lain. “Sudah sedikit membaik karena diberi obat juga dari rumah sakit lain,” pungkasnya. (rsh/one/k15)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...