Australia Tuntut Otak Pembantaian Muslim Rohingya Dihukum

Senin, 26 Maret 2018 - 23:05 WIB
Wanita pengungsi Rohingya di kamp pengungsi Kutupalong di Cox's Bazar, Bangladesh. (Foto: Mohammad Ponir Hossain / Reuters)

FAJAR.CO.ID — Dalam pernyataan terhadap rezim quasi-militer, Australia mengutuk kekerasan Myanmar terhadap etnis Rohingya. Kecaman tersebut disampaikan Australia di Dewan Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa dan mengatakan siapa pun yang bersalah atas pelanggaran hak asasi manusia “harus dimintai pertanggungjawaban”.

“Australia menegaskan kembali keprihatinannya yang mendalam tentang peristiwa di negara bagian Rakhine, termasuk laporan pelanggaran hak asasi manusia dan pelanggaran HAM yang meluas dan sistematis oleh pasukan keamanan Myanmar dan warga lokal,” kata pejabat bayaran misi Australia kepada PBB, Lachlan Strahan, di Jenewa.

“Kami juga mencatat dengan prihatin bentrokan yang sedang berlangsung antara militer Myanmar dan kelompok-kelompok etnis bersenjata di timur laut Myanmar dan hambatan untuk akses kemanusiaan,” lanjutnya.

Menurut Strahan, penyelidikan menyeluruh harus diizinkan. “Australia menegaskan kembali seruannya untuk penyelidikan yang menyeluruh, kredibel dan independen, termasuk melalui misi pencarian fakta. Kami mendorong Myanmar untuk memberikan akses misi pencari fakta ke wilayah-wilayah yang terkena dampak.”

“Pelaku pelanggaran hak asasi manusia dan pelanggaran harus dimintai pertanggungjawaban,” tegasnya.

Etnis minoritas Rohingya telah menghadapi puluhan tahun penganiayaan hebat di Myanmar. Tapi kekerasan terhadap minoritas mencapai puncaknya pada Agustus tahun lalu yang membuat lebih dari 650.000 orang Rohingya, mayoritas dari mereka adalah anak-anak, terpaksa melarikan diri ke Bangladesh. (The Guardian/amr/fajar)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.