Moeldoko: Menjadi Pemimpin, Berani Mengambil Risiko

Selasa, 27 Maret 2018 21:39

Dipaparkannya, kepemimpinan setidaknya memiliki aspek. Aspek pertama terkait hal-hal fisik, seperti visual aspect, audio aspect dan smell aspect, terkait hal-hal fisik yang akan mempengaruhi persepsi orang lain tentang kemampuan leadership seseorang.“Meski di bagian permukaan, aspek ini tak boleh diabaikan. Kalau kita tak rapi, orang akan dengan mudah mengartikan siapa diri kita. Aspek fisik jadi ukuran awal orang lain menilai kita,” ungkap mantan Wakil Gubernur Lemhanas itu.Selanjutnya, aspek intelektual, mencakup logical thinking, creative thinking, dan practical thinking. “Aspek ini lebih dari sekadar masalah nilai IQ, karena terkait kemampuan seseorang dalam mengelola cara berpikir sehingga mampu memberi pengaruh efektif kepada orang lain,” kata periah gelar doktor Program Pascasarjana Ilmu Administrasi FISIP Universitas Indonesia yang lulus dengan predikat sangat memuaskan.Berikutnya adalah aspek kemampuan sosial, meliputi social awareness, social relationship management, dan social problem solving skill. Kepala Staf Kepresidenan menekankan, aspek ini lebih dari sekadar kecerdasan emosial karena terkait kemampuan membangun jaringan sosial sebagai modal untuik melebarkan pengaruh.Terkait aspek kemampuan sosial, Moeldoko mengingatkan, “Penting agar sebagai pemimpin jangan ciptakan barrier atau hambatan psikologis bagi bawahan. Jadi pemimpin itu harus banyak mendengar!”Aspek keempat yakni aspek emosional, termasuk di antaranya recognition of emotion, expression of emotional, dan management emosi.“Ini terkait manajemen emosi atau kemampuan mengelola emosi orang lain sehingga mampu memberikan pengaruh lebih optimal,” lanjutnya.

Komentar


VIDEO TERKINI