AS Usir 60 Diplomat Rusia, Trump Sama Saja Cari Perang

0 Komentar

FAJAR.CO.ID — Politisi Inggris, penyiar dan penulis, George Galloway, mengecam keputusan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, untuk mengusir 60 diplomat Rusia dan menutup konsulat Rusia di Seattle.

Galloway menganggap pengusiran itu sebagai “deklarasi perang.”

Galloway membandingkan tindakan Amerika Serikat dengan tindakan negara-negara anggota Uni Eropa.

Dia menyebut bahwa negara-negara Uni Eropa yang terburu-buru mengikuti jejak Inggris dan Amerika Serikat dalam menanggapi keracunan bekas mata-mata Sergei Skripal hanya bertindak sebagai “negara-negara bawahan” yang melakukan apa yang diperintahkan.

“Negara-negara Eropa melakukan pengusiran diplomat dua atau tiga (diplomat), tetapi tindakan Amerika Serikat adalah semacam deklarasi perang,” kata Galloway seperti dimuat Russia Today.

Mantan anggota parlemen Inggris itu mengatakan bahwa keputusan untuk mengusir puluhan diplomat Rusia merupakan kemerosotan hubungan kedua negara.

Menurut Galloway, Inggris belum melakukan penyelidikan yang serius dan tidak bias terhadap keracunan Skripal dan putrinya.

“Sejauh yang saya lihat, tidak ada investigasi,” katanya.

“Putusan dinyatakan sebelum penyelidikan dimulai dan saya pikir tidak ada investigasi karena hasil penyelidikan analitis ilmiah yang serius akan menunjukkan bahwa tuduhan terhadap Rusia tidak berdasar,” sambungnya.

Galloway mengatakan masih banyak pertanyaan yang tidak terjawab dalam kasus Skripal.

“Saya tidak percaya bahwa Rusia bertanggung jawab atas tindakan ini. Dan kabar baiknya adalah sebagian besar publik Inggris cenderung setuju,” tandasnya. [melGalloway membandingkan tindakan Amerika Serikat dengan tindakan negara-negara anggota Uni Eropa.

Dia menyebut bahwa negara-negara Uni Eropa yang terburu-buru mengikuti jejak Inggris dan Amerika Serikat dalam menanggapi keracunan bekas mata-mata Sergei Skripal hanya bertindak sebagai “negara-negara bawahan” yang melakukan apa yang diperintahkan.

“Negara-negara Eropa melakukan pengusiran diplomat dua atau tiga (diplomat), tetapi tindakan Amerika Serikat adalah semacam deklarasi perang,” kata Galloway seperti dimuat Russia Today.

Mantan anggota parlemen Inggris itu mengatakan bahwa keputusan untuk mengusir puluhan diplomat Rusia merupakan kemerosotan hubungan kedua negara.

Menurut Galloway, Inggris belum melakukan penyelidikan yang serius dan tidak bias terhadap keracunan Skripal dan putrinya.

“Sejauh yang saya lihat, tidak ada investigasi,” katanya.

“Putusan dinyatakan sebelum penyelidikan dimulai dan saya pikir tidak ada investigasi karena hasil penyelidikan analitis ilmiah yang serius akan menunjukkan bahwa tuduhan terhadap Rusia tidak berdasar,” sambungnya.

Galloway mengatakan masih banyak pertanyaan yang tidak terjawab dalam kasus Skripal.

“Saya tidak percaya bahwa Rusia bertanggung jawab atas tindakan ini. Dan kabar baiknya adalah sebagian besar publik Inggris cenderung setuju,” tandasnya. (mel)

 

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...