Diperiksa Penyidik KPK, Ketua KPU Sultra Dicecar 17 Pertanyaan


FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Ketua KPU Sulawesi Tenggara (Sultra), Hidayatullah memenuhi panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu (28/3). Kehadiran Hidayatullah di KPK untuk memberikan keterangan seputar 4 hal terkait pendalaman mekanisme, tatacara, prosedur dan regulasi soal pencalonan, kampanye dan dana kampanye.Hidayatullah hadir di KPK sejak pukul 11.00 WIB. Namun, ia baru masuk jalani pemeriksaan diruang penyidik pada pukul 13.30 WIB. Dalam proses pemeriksaan, Hidayatullah dicecar 15 pertanyaan oleh penyidik KPK dalam waktu kurang lebih 1,5 jam.”Sekitar 17 pertanyaan. Jadi saya hanya menjelaskan seperti saksi ahli saja mengenai 4 hal pokok. Saya hadir di KPK dari pukul 11.00 WIB dan keluar sekitar pukul 15.00 WIB,” kata Hidayatullah saat dikonfirmasi fajar.co.id, Rabu (28/3).Terkait 4 hal tersebut, Hidayatullah merinci, pertama dalam proses pencalonan meliputi pendaftaran, verifikasi, penetapan paslon dan pengundian nomor urut. Kedua soal kampanye yang berkaitan dengan metode dan kegaiatan serta jadwal dan waktu kampanye. Ketiga soal dana kampanye terkait dengan sumber dana kampanye, mulai dari mekanisme dan jadwal terkai Laporan Awal Dana Kampanye, Laporan Penerimaan Sumbangan Dana kampanye, Laporan Penerimaan dan Pengeluaran Dana Kampanye, audit LPPDK oleh Kantor Akuntan Publik.”Terakhir soal apakah saya mengetahui tentang soal money politic sebelum ditetapkan Paslon. Saya bilang itu wewenang Bawaslu. Bukan wewenang KPU,” terang Hidayatullah.

KONTEN BERSPONSOR

Komentar