Jaksa Juga Minta Hak Politik Setya Novanto Dicabut


FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi telah menuntut terdakwa Setya Novanto dengan hukuman 16 tahun pidana penjara, denda Rp 1 miliar, subsidair 6 bulan kurungan. Selain itu, Novanto juga diminta untuk membayar uang pengganti sebesar USD 7,4 Juta sesuai yang diterima dirinya dari proyek e-KTP.Dalam tuntutannya, jaksa juga menuntut agar majelis hakim memberikan hukuman tambahan berupa pencabutan hak politik selam 5 tahun, setelah kasusnya berkekuatan hukum tetap.”Menjatuhkan pidana tambahan berupa mencabut hak terdakwa untuk menduduki dalam jabatan publik selama lima tahun terhitung sejak terpidana selesai menjalani masa pemidanaan,” ungkap jaksa KPK Abdul Basir, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jl Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Kamis (29/3).Atas tuntutan yang disematkan terhadap dirinya, Novanto tak terima dan akan mengajukan nota pembelaan (pledoi) pada persidangan selanjutnya.”Kami telah mendengar secara teliti dan kami tetap menghargai apa yang jadi putusan daripada JPU, dan tentu kami akan mengajukan pembelaan baik pribadi mupun melakui penasihat hukum,” tukas Novanto.Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi menuntut agar Majelis Hakim PN Tipikor Jakarta, menghukum terdakwa Setya Novanto dengan hukuman 16 tahun pidana penjara, denda Rp 1 Miliar subsidair 6 bulan kurungan. Jaksa menilai, mantan Ketua Fraksi Partai Golkar tersebut terbukti turut serta melakukan korupsi proyek e-KTP dengan cara mengintervensi proyek tersebut, agar didapatkan koleganya.

KONTEN BERSPONSOR

Komentar