Mentan Amran Berbagi Tips Meningkatkan Populasi Sapi

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, LAMPUNG SELATAN – Upaya percepatan peningkatan populasi sapi dan kerbau telah dicanangkan Kementan sejak tahun 2017 melalui kegiatan Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting atau yang dikenal dengan  UPSUS SIWAB telah menuai hasil.

Hal ini ditandai dengan Panen Pedet hasil Inseminasi Buatan (IB) yang dilakukan oleh Mentri Pertanian Andri Amran bersama masyarakat Lampung Selatan di Desa Negla Sari, Kecamatan Katibung, Kabupaten Lampung Selatan, Kamis (29/18).

Panen Pedet ini merupakan titik kulminasi dari kegiatan UPSUS SIWAB yang telah berjalan sebelumnya.

Dalam kesempatan ini Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman berbagi tips mengenai cerdas meningkatkan populasi sapi dan mensejahterakan peternak. Lebih dari seribu ekor sapi hasil Inseminasi Buatan (IB) dalam program Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (UPSUS SIWAB) dihadirkan pada acara Panen Pedet.

“Ada dua hal yang bisa meningkatkan populasi sapi Indonesia lebih cepat. Yang pertama adalah wajibkan seluruh importir sapi untuk mendatangkan 20 persennya betina atau indukan. Dulunya tidak ada. Kemudian yang ke dua adalah Inseminasi Buatan (IB) dengan program SIWAB, atas perintah bapak Presiden kita bagikan gratis seluruh Indonesia kurang lebih  4 juta paket,” ujar Menteri Amran.

Secara nasional program tersebut sudah menerapkan Inseminasi Buatan (IB) sebanyak 5.027.120 ekor sapi, mengasilkan sapi bunting sebanyak 2.236.934 ekor, dan sebanyak 1.080.334 ekor sapi berhasil dilahirkan.

Kelahiran sebanyak seribu ekor sapi itu setara dengan Rp.7,56 triliun dengan asumsi harga 1 ekor pedet lepas sapih  Rp.7 juta/ekor. Nilai yang sangat fantastis, mengingat investasi program pada tahun 2017 sebesar Rp.1.1 triliun. “Ini bukan rencana, kita sudah kita jalankan dan kita bisa lihat hasil pengembangan sejak tiga tahun lalu,” singkat Amran.

Selain itu, Amran menyampaikan bahwa kinerja UPSUS SIWAB merupakan capaian kinerja rill di lapangan yang dilaporkan melalui sistem Pelaporan ISIHKNAS. Laporan yang disampaikan memiliki ketelusuran yang jelas dan dapat dipertanggung jawabkan hasilnya.

“Pengembangan Sistem pelaporan ini merupakan kebanggaan tersendiri karena dengan sistem ini, kinerja pengembangan populasi  sapi dan kerbau di seluruh wilayah Indonesia dapat terdeteksi secara cepat, tepat dan akurat,” ujar dia.

Sementara itu, Bupati Lampung Selatan Zainudin Hasan mengaku bangga dengan prestasi para peternak di daerahnya. Menurutnya, produksi peternakan, khususnya sapi di Kabupaten Lampung Selatan memiliki keunggulan.

“Umur satu bulan sapi di sini hampir sama beratnya dengan sapi lokal umur delapan bulan di daerah lain,” kata Zainudin.

Di hadapan Amran dan para tamu undangan lainya, Zainudin meminta kepada berbagai pihak, khususnya perbankan, pakan dan lainya, ikut berkontribusi memajukan peternakan di Lampung Selatan.

“Tidak hanya meramaikan, tapi ikut berkontribusi memajukan peternakan di Lampung Selatan. Industri pakan ternak, perbankan dan lainya diharapakn mendirikan perwakilan disetiap desa,” ujar dia.(fat/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...