DPR Kutuk Sarangan Israel Terhadap Warga Palestina

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – DPR RI mengutuk keras serangan tentara  Israel terhadap warga Palestina yang tengah berunjuk rasa di pagar perbatasan kedua negara.

Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Abdul Kharis Almasyhari menilai tindakan Israel yang mengerahkan peralatan militernya merupakan tindakan biadab. Padahal mereka hanya menuntut hak-hak wilayahnya yang dirampas Israel sejak 1948, namun dibalas dengan tembakan, tank, hingga jet tempur.

“Apalagi kata yang tepat buat negara zionis yang membantai ribuan demonstran di Gaza, selain kata biadan. Terkutuklah Israel dan pendukungnya” tegas Kharis dalam pernyataannya di Jakarta, Minggu (1/4).

Kharis menyampaikan duka cita mendalam dan solidaritas penuh kepada korban serta keluarganya akibat aksi serangan biadab tentara Israel. Kharis juga  amat kecewa dengan sikap dan langkah Amerika Serikat terkait penembakan yang dilakukan Israel kepada demonstran.

“Amerika seperti menutup mata akan tingkah biadab zionis yang menembakan peluru tajam ke arah demonstran, memalukan” kutuk Kharis.

Kharis mengingatkan bahwa Indonesia memiliki tanggung jawab untuk memerdekakan Palestina. Hal itu, kata dia, ditegaskan dalam pembukaan UUD 1945.

“Dalam Pembukaan UUD 1945 jelas sekali amanat Konstitusi kita menyatakan dan menegaskan bahwa Kemerdekaan adalah hak segala bangsa dan penjajahan diatas dunia harus dihapuskan, karena itu soal Palestina bukan sekedar isu agama, tapi Indonesia melihatnya sebagai isu Kemerdekaan , Kemerdekaan Palestina” Jelas Kharis legislator asal, Solo, Jawa Tengah ini.

Kharis meminta agar. Indonesia. mendorong Dewan Keamanan PBB untuk segera menggelar rapat darurat, dan dibentuk tim independen dan melaporkan hasilnya kepada dunia atas kejadian di Gaza kemarin.

“Israel memiliki tanggung jawab dibawah hukum Hak Asasi Manusia dan kemanusiaan internasional untuk melindungi warga sipil, karena itu PBB harus mengusut hingga tuntas dan jangan biarkan pelanggaran HAM didepan mata rakyat dunia terjadi di Gaza Palestina ”. Tutup Kharis. (Frs)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...