Korban Travel Abu Tours di Daerah Minta Keadilan

FAJAR.CO.ID, SAMARINDA – Kisruh yang menyeret Chief Executive Officer (CEO) Abu Tours Hamzah Mamba ke jeruji besi belum selesai. Beberapa daerah bahkan semakin banyak yang resmi membuat laporan di kepolisian. Bagaimana dengan yang ada di Kaltim, khususnya Samarinda? Penyelesaian berkas perkara Abu Tours rupanya bisa diselesaikan bertahap, atau langsung jadi satu dari ribuan laporan. Ivan Zailani Lisi, pengamat hukum dan akademisi, menyebut, seluruh kantor cabang yang menyebar di Indonesia bisa dimintai pertanggungjawaban. “Seperti yang di Balikpapan dan Samarinda. Tidak mungkin tidak ada manajemen perusahaan yang mengetahui alur uang tersebut,” jelas Ivan. Bekas Dekan Fakultas Hukum Universitas Mulawarman itu juga menjelaskan, prinsip dasar perkara tersebut adalah perdata. Namun, ada undang-undang (UU) tentang konsumen serta KUHP yang mengaturnya. Dari data yang dihimpun kepolisian, 1.600 calon jamaah khusus dari Kota Tepian gagal berangkat. “Mereka berhak mencari kejelasan. Kan mereka konsumen dari Abu Tours. Kalau tidak diberikan kejelasan, artinya travel tersebut sudah melanggar aturan, simpel ‘kan?” jelas Ivan. Dirinya juga menyayangkan beberapa karyawan di kantor-kantor cabang malah dirumahkan secara sepihak. Hal tersebut seolah-olah terlihat jelas, manajemen Abu Tours tak bisa bertanggung jawab. Lanjut Ivan, berkas perkaranya pun bisa diselesaikan bertahap. “Semisal perkara di Makassar dulu yang diselesaikan, setelah melewati penahanan kasus di sana, diajukan lagi laporan di kota lain,” ungkapnya. Artinya, Mamba bisa dipastikan mendekam lama di jeruji besi jika perkara tersebut secara bertahap. Namun, bisa saja berkasnya dikumpulkan jadi satu, dan terpusat di Makassar atau Bareskrim Mabes Polri. Bicara keterlibatan agen dari Abu Tours, Ivan juga sepakat dengan apa yang disampaikan Wakasat Reskrim Polresta Samarinda AKP Ida Bagus Kade Suta. “Melibatkan mereka cukup sulit, berbeda jika ada menerima sesuatu yang bernilai,” tegas Ivan. Diwawancarai terpisah, Wakasat Reskrim Polresta Samarinda AKP Ida Bagus Kade Suta menyebut soal penyelesaian perkara yang diadukan di Samarinda juga masih dalam tahap pemeriksaan saksi-saksi. “Dijadikan satu atau bertahap, tunggu hasil koordinasi dengan Polda Kaltim,” singkatnya. (*/dra/iza/k11)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Redaksi M1

Comment

Loading...