Terduga Pembunuh MR Tertangkap, Kapolres: Pelaku Bukan Warga Kanakea

FAJAR.CO.ID, BAUBAU - Tim Buru Sergap (Buser) Polres Baubau berkolaborasi dengan Polres Buton berhasil menangkap tiga orang terduga pelaku pembunuhan terhadap Muhammad Ridwan (13) warga Kelurahan Wameo, Kecamatan Batupoaro, Minggu (1/4). Ketiganya yakini, AM, AD dan AY. Ketiganya ditangkap ditempat yang berbeda. Kapolres Baubau, AKBP Daniel Widya Mucharam dalam konferensi persnya mengungkapkan, penangkapan ketiganya berdasarkan pengembangan setelah sebelumnya melakukan pemeriksaan terhadap beberapa orang saksi. Dari hasil pengembangan tersebut, tim langsung bergerak dan melakukan penangkapan. Satu pelaku AD saat dilakukan penangkapan sempat melakukan perlawanan dan membahayakan aparat hingga pada akhirnya dilumpuhkan dengan menggunakan timah panas. "Dari hasil penyelidikan kolaborasi antara Polres Baubau dan Polres Buton serta dibantu dari rekan TNI khususnya Kodim 1413 Buton. Akhirnya hari ini kita berhasil menangkap 3 orang terduga pelaku pembunuhan. Adapun 1 tersangka ditangkap di Baubau inisial AM kemudian dilakukan pengembangan dan 2 nya AD dan AY itu ditangkap di wilayah Buton," kata Daniel. Dari hasil penyelidikan sementara, terungkap motif balas dendam yang menjadi faktor utama. Namun, pihak kepolisian masih terus melakukan pendalaman. "Dari hasil pemeriksaan awal motifnya balas dendam, tapi akan kita dalami. Karena motif balas dendam yang dimaksud ini suatu cerita panjang dari sejarah tempat dimana tersangka kemudian korban berada. Jadi sebetulnya ini adalah suatu motif yang tidak bisa diterima. Tapi hasil awal adalah balas dendam," bebernya. Daniel melanjutkan, ketiga pelaku memiliki peran masing-masing saat melakukan aksinya. AM merupakan otak dari pembacokan tersebut. Ia yang merencanakan untuk melakukan eksekusi terhadap MR. Sementara, AD adalah yang melakukan eksekusi terhadap MR. "Untuk peran masing-masing yang ditangkap di Baubau sebagai otaknya. Kemudian tersangka kedua AD adalah yang melakukan eksekusi sedangkan ketiga YW adalah yang mengendarai atau membonceng eksekutor," ujarnya. Dalam kesempatan tersebut, Daniel juga menegaskan bahwa para pelaku bukan merupakan warga lingkungan Kanakea seberti kabar yang selama ini tersebar. Tempat tinggal para pelaku sendiri berpindah-pindah dari satu tempat ketempat lain. "Selama ini perlu disampaikan bahwa pembunuhan MR ini akhirnya menimbulkan banyak isu yang akhirnya merugikan beberapa tempat yang berujung pada bentrokan warga. Saya tegaskan bahwa tidak ada satupun dari pelaku yang berasal dari Kanakea. Olehnya itu, agar tidak terjadi simpang siur perlu disampaikan kepada seluruh masyarakat bahwa pelaku bukan dari Kanakea," tegasnya. Saat ini pihak kepolisian sudah mengamankan barang bukti satu unit sepeda motor yang digunakan saat melakukan eksekusi terhadap MR. Sementara barang bukti lainnya sedang dilakukan pencarian. Untuk sementara, ketiganya dijerat dengan pasal 351 tentang penganiayaan yang menyebabkan hilangnya nyawa seseorang dengan ancaman pidana maksimal 7 tahun penjara. (Fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Hariman Kaimuddin

Comment

Loading...