Wakapolri Perintahkan Polda Kaltim Investigasi Kebakaran Kapal di Balikpapan

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Wakapolri, Komjen Pol Syafruddin menginstruksikan jajaran Polda Kalimantan Timur untuk melakukan investigasi terkait adanya dua nelayan yang tewas dalam peristiwa kebakaran kapal pengangkut batu bara di teluk Balikpapan.

Investigasi tersebut untuk mengetahui apakah benar adanya informasi soal kebakaran diduga adanya salah satu kapal yang sengaja membuang minyak bekas di Teluk Balikpapan.

“Ya kalau dibuang itu kejahatan nanti kita investigasi, kita akan cek Polda Kaltim,” katanya di Jakarta, Senin (2/4).

Menurutnya, membuang minyak bekas di perairan atau teluk akan memberikan dampak negatif dan pastinya mencemari biota laut. Jadi sudah seharusnya dilakukan investigasi soal tumpahan minyak di teluk Balikpapan tersebut.

“Ya itu kan mencemari biota laut, itu harus diinvestigasi siapa pelakunya, nanti kita akan instruksikan,” tegasnya.

Dia menegaskan jika nantinya hasil investigasi menyatakan bahwa tumpahan minyak tersebut memang disengaja dibuang oleh pihak yang tidak bertanggung jawab, maka harus dilakukan penindakan agar tidak terulang kembali peristiwa kebakaran diperairan.

“Ya harus ditindak pelakunya, efek jera dan deteren bagi yang lain,” tegasnya.

Selain itu, rutinitas patroli di perairan juga harus lebih ditingkatkan. Oleh karenanya, lanjut Syafruddin, seluruh elemen yang mempunyai alat patroli untuk melakukan patroli.

“Tidak hanya Polri bisa bea cukai semuanya bertanggung jawab.  Jadi sangat perlu sekali patroli. Seluruh elemen apalagi di Pelabuhan jangan sampai mencemarkan biota laut merugikan masyarakat terutama nelayan itu sudah tidak akan menghasilkan,” tutupnya.

Sebelumnya, kebakatan tumpahan minyam di Teluk Balikpapan mengakibatkan dua orang nelayan meninggal dunia dan satu ABK Kapal pengangkut batu bata mengalami luka bakar.  Kebakaran terjadi, Sabtu (31/3) sekitar pukul 10.30 wita.

Pengakuan dari beberapa nelayan yang ikut dalam evakuaksi, korban merupakan warga sekitar yang sehari hari bekerja sebagai nelayan di Teluk Balikpapan. (lan/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...