Sekjen NasDem Bilang Pidato Prabowo Kasar Sekali

Selasa, 3 April 2018 17:37

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Sekjen DPP Partai NasDem Johnny Gerard Plate menilai pidato Prabowo Subianto menyebut elite goblok bermental maling, sangatlah kasar.Dia menegaskan, pernyataan itu sama sekali tidak layak diucapkan Prabowo yang juga ketum Partai Gerindra itu.“Kami mencermati dan sampai kepada kesimpulan bahwa pernyataan itu kasar sekali. Pernyataan itu tidak layak, pernyataan itu isinya lebih banyak fitnah dan ajudikasi,” kata Johnny di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (3/4).Dia mengatakan, jika Prabowo memang mempunyai informasi ada elite yang maling, tidak jujur bahkan yang merampok, harus didukung dengan data.Jika memiliki data, sebaiknya diteruskan kepada aparat penegak hukum seperti Polri, Kejaksaan Agung maupun Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). “Jadi, tidak kita ini saling menabur fitnah, tidak kita ini justru menghasut,” ungkap anggota Komisi XI DPR itu.Anak buah Surya Paloh di Partai Nasdem itu juga menilai pernyataan Prabowo yang menyebutkan bahwa luar negeri itu mengejek atau mencemooh Indonesia, bisa berimplikasi kepada reaksi balik rakyat tanah air. “Nah, ini kan menciptakan hasutan,” tegasnya.Dia menegaskan Indonesia menganut politik luar negeri yang bebas aktif. Justru, ujar dia, Indonesia sekarang juga sedang galak-galaknya melaksanakan politik luar negeri melalui pendekatan-pendekatan soft power diplomasi.“Yakni diplomasi kultural, bukan yang mengadu domba, bukan yang menyebabkan masyarakat atau relasi tercerai berai yang menjadi rusak,” katanya.Dia berharap para pemimpin bijak dalam memilih diksi-diksi dalam setiap pernyataan. Bahkan, dia sangat berharap jika pernyataan-pernyataan itu didukung data dan fakta. Lebih lanjut Johnny melihat kegiatan-kegiatan politik sekarang ini tidak bisa terlepas dari kontestasi Pilpres 2019.Karena itu, Johnny berharap, untuk 2019 bukan kritik yang berisi fitnah. “Sampai saat ini kami menunggu mana gagasan yang hebat itu, bukan hanya fitnah dan jangan sampai fitnah,” paparnya.Dalam situasi saat ini, Johnny berharap pemimpin menjadi contoh teladan untuk membangun iklim politik yang kondusif, dan menyiapkan masyarakat untuk menuju pesta demokrasi lebih berkulitas. “Bukan yang diakibatkan disharmoni oleh pernyataan-pernyataan menghasut,” pungkas Johnny. (fajar/jpnn)

Bagikan berita ini:
3
9
7
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar