Sindir Cadar dan Suara Adzan, PKS: Apa Maunya Sukmawati

Selasa, 3 April 2018 21:45

“Sukma  itu seolah-olah lupa bahwa dirinya adalah putri Bung Karno. Ayahnya justri tidak pernah anti dengan syariat Islam”, ujarnya.Politisi asal Aceh itu juga menilai puisi Sukmawati adalah bentuk ketidakpahamannya terhadap nilai-nilai Ketuhanan dan kebebasan dalam meyakini keyakinan agama tertentu, terutama agama Islam.”Apa maunya Sukma itu sampai dia merendahkan cadar dan suara azan. Sangat tidak patut dan mirip seperti orang yang membakar rumput kering”, ujar Nasir DjamilMenyikapi laporan ke Polisi terkait muatan puisi yang dibacakan oleh Sukmawati, Nasir Djamil menilai itu sesuatu yang lumrah. Sebab tindakan main hakim sendiri bukanlah cara penyelesaian yang baik. Sebagai negara hukum, maka penyelesaian melalui hukum itu harus dilakukan.Politisi PKS ini juga meyakini bahwa aparat penegak hukum akan objektif dan bertanggungjawab. Begitupun jika Sukmawati meminta maaf atas kekeliruannya maka itu lebih baik dan mungkin saja kasus ini selesai dan tidak menjadi komoditas politik bagi kelompok tertentu.”Bangsa indonesia, terutama umat Islam itu lebih mementingkan persatuan. Karenanya saya menyarankan kepada Bu Dukma agar meminta  maaf secara tulus dan jangan lagi berargumentasi yang menyulut keributan”, ujar Nasir Djamil. (Aiy/Fajar)

Bagikan berita ini:
1
7
3
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar