Sukmawati Jauh Lebih Parah Ketimbang Ahok

Selasa, 3 April 2018 21:15

Utamanya dari daerah yang tak mengerti syariat Islam seperti di Indonesia Timur, Bali dan daerah lainnya.

“Di dalam puisi itu, saya mengarang cerita. Mengarang puisi itu seperti mengarang cerita,” jelasnya.

Lebih lanjut, Sukmawati menegaskan bahwa apa yang ada di dalam puisi karyanya itu adalah pendapatnya secara jujur.

“Soal kidung ibu pertiwi Indonesia lebih indah dari alunan azanmu, ya boleh aja dong,” katanya.

Sebab menurutnya, tak selalu orang yang mengumandangkan azan itu bersuara merdu.

“Itu suatu kenyataan. Ini kan seni suara ya. Dan kebetulan yang menempel di kuping saya adalah alunan ibu-ibu bersenandung, itu kok merdu,”

“Itu kan suatu opini saya sebagai budayawati,” jelas Sukmawati.

Ia kemudian menyarankan orang-orang yang mengumandangkan azan adalah orang-orang pilihan dengan suara merdu dan enak didengar sebagai panggilan waktu shalat.

“Kalau tidak ada, akhirnya di kuping kita kan terdengar yang tidak merdu,” sambungnya. (Fajar/pojoksatu)

Bagikan berita ini:
7
7
3
Tetap terhubung dengan kami: